Perancis

Guru Sejarah Dipenggal Kepala karena Bahas Kartun Nabi Muhammad

publicanews - berita politik & hukumCover majalah satir Charlie Hebdo terbitan pertama tahun 2018. (Foto: AFP)
PUBLICANEWS, Paris - Peristiwa menggemparkan terjadi di Conflans-Sainte-Honorine, daerah pinggiran kota di barat laut Paris, Perancis. Seorang guru sejarah dibunuh dan dipenggal kepalanya karena menunjukkan dan membahas karikatur Nabi Muhammad.

Pembunuhan terjadi pada Jumat (16/10) pukul 17.00 waktu setempat. Pelaku yang membawa pisau daging tewas ditembak polisi dalam pengejaran satu jam kemudian. "Pelaku berteriak Allahu akbar sebelum ditembak," tulis Le Monde, Sabtu (17/10).

Polisi kemudian menangkap empat orang termasuk seorang anak di bawah umur. Kantor berita AFP menyebutkan penangkapan tersebut tetapi tidak merinci identitas pelaku.

Presiden Prancis Emmanuel Macron yang langsung mengunjungi sekolah itu mengatakan, guru tersebut dibunuh karena mengajarkan kebebasan berekspresi. "Salah satu rekan kami dibunuh hari ini karena dia mengajar. Kita harus berdiri bersama sebagai warga negara,” ujar Macron, seperti dikutip dari United Press International.

Korban merupakan guru sejarah dan geografi. Ia menunjukkan karikatur Nabi Muhammad dari majalah satire Charlie Hebdo di dalam kelas sebagai bagian dari mata pelajaran kebebasan berekspresi. Pembelajaran sebulan lalu itu kemudian mendapat kecaman salah satu orang tua murid melalui unggahan Twitter, pada Jumat (9/10) pekan lalu.

Kasus karikatur Nabi Muhammad di Charlei Hebdo telah memantik api permusuhan. Sebulan lalu, dua orang diserang saat bersantai di luar bekas kantor majalah itu. Ketika majalah itu memuat pertama sampul karikatur Nabi Muhammad, 7 Januari 2015, terjadi serangan tembakan brutal di kantor redaksi yang menewaskan 11 jurnalis dan seorang polisi.

Pelaku mengklaim sebagai militan Alqaeda yang berbasis di Semenanjung Arab. Ketiga pelaku Cherif, Said Kouachi, dan Amedy Coulibaly tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Barat sering tidak sensitif terhadap isu di luar keyakinannya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah17 Oktober 2020 | 21:21:29

    sadis amir ya. Apa gakntakut dosanya? gak kira kira tuh.

  2. Iqra @ayobaca17 Oktober 2020 | 17:32:21

    Sangat disayangkan sampai terjadi spt ini. Dan lebih disangkan lagi kok bebal sekali pihak 'barat' ini. Kebebasan berekspresi tapi menghina yang lain.

Back to Top