Australia

Pramugari Malindo Air Direkrut Sindikat, Selundupkan Narkoba di BH dan CD

publicanews - berita politik & hukumNarkoba jenis heroin diselundupkan Zailee 'Hana' Zainal dengan modus menyelipkan popok di balik seragam pramugari Malindo Air miliknya. (Foto: Autralian Border Force)
PUBLICANEWS, Melbourne - Pramugari Malindo Air Zailee 'Hana' Zainal menyelundupkan heroin sebanyak 20 kilogram sepanjang Oktober 2018-Januari 2019. Ibu tiga anak itu direkrut sindikat narkoba Malaysia untuk menyelundupkan heroin ke Melbourne, Australia.

Nilai barang haram yang dibawa Zailee ditaksir senilai 12 juta dolar Australia atau setara Rp 126 miliar. Untuk kerja berisiko hingga tertangkap tersebut ia hanya diupah 6.500 dolar Australia atau Rp 68,5 juta.

Setiap operasi penyelundupan, barang terlarang itu diselipkan ke dalam bra. Kemudian bungkusan lain dalam popok di bawah celana dalam, diduga beratnya mencapai 1 kilogram.

Wanita 40 tahun itu ditangkap Polisi Federal Australia di Bandara Melbourne pada Januari 2019. Hampir dua tahun ini, ia sudah menghabiskan waktunya dalam penjara sebelum divonis 9 tahun 6 bulan dengan masa pembebasan bersyarat 4 tahun 9 bulan.

Hakim Michael Cahill yang menyidangkan kasus tersebut mengatakan terdakwa layak mendapat keringanan hukuman. "Selalu ada belas kasihan," ujar hakim di Pengadilan Wilayah Victoria, sebagaimana dikutip dari Mail Online, Kamis (8/10).

"Anda merasa tidak punya pilihan lain selain melakukan kejahatan. Anda sangat ingin mengumpulkan uang untuk membayar operasi yang dibutuhkan putri Anda agar bisa meningkatkan kualitas hidupnya," sang hakim menambahkan.

Zailee hanyalah pion dalammafia perdagangan narkoba tersebut. Ia terdesak kebutuhan untuk pengobatan sakit anaknya. Anaknya memiliki kelainan bawaan yang parah dan membutuhkan operasi berulang sebelum berusia satu tahun.

Istri seorang pramugara itu, awalnya nyambi dagang Tupperware tetapi tidak bisa mencukupi kebutuhan pengobatan anaknya.

Hingga suatu hari, wanita yang bersedia melakukan apa saja demi kesembuhan anak itu, mendapat bisikan untuk mengirimkan barang haram meskipun di Malaysia, ia tahu bisa dihukum mati.

Zailee pun sempat mendapat pelatihan dalam mafia tersebut. Ia belajar kode dan pertukaran barang. Setiap mendarat di Australia ia akan menuju hotel dan melakukan transaksi di toilet. Ia pun diajari dengan menyebut kode 'tiket' untuk heroin dengan tingkat kemurnian 80 persen tersebut.

Setelah mengamankan Zailee petugas menangkap anggota sindikat lainnya, termasuk seorang pengusaha Beng Goh (44) tahun. Sindikat lainnya Thuy Thanh Thi Tran (57) dan anaknya Khoi Phan (28) juga divonis bersalah. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top