Pilpres AS

Vlogger Seksi Janjikan Foto Telanjang Bagi Pemilih Joe Biden

publicanews - berita politik & hukumTana Mongeau. (Foto: Instagram/@tanamongeau)
PUBLICANEWS, Las Vegas - Anda warga negara Amerika Serikat dan mendukung kandidat Presiden Joe Biden? Kirimkanlah dukungan Anda kepada YouTuber Tana Mongeau, ia akan memberi Anda hadiah foto telanjangnya. Gratis.

Tana (22), vlogger seksi kelahiran Las Vegas, terang-terangan sebagai pendukung calon dari Partai Demokrat itu. Ia ingin Biden mengalahkan petahana Donald Trump dari Partai Republik dan mengkampanyekan 'Booty for Biden' lewat media sosial.

Dalam tweet yang sekarang dihapus, Tana mengarahkan para pengikutnya ke akun OnlyFans-nya dengan judul 'Jika Anda mengirimi saya bukti memilih Biden, saya akan memberikan Anda foto telanjang. Gratis,' ia mencuit lewat akun @tanamongeau.

Unggahan tersebut disukai 649.197 orang. Kabarnya, sudah ada 10 ribu pemilih AS mengirimkan bukti dukungan untuk Biden ke akun media sosial milik Tana. Hampir semuanya pria. Tagar #BootyForBiden dan #TanaMongeau dibanjiri warganet, baik lewat aplikasi Twitter, Instagram, maupun TikTok. Siapa tak suka lihat si blonde tanpa busana?

Tapi tunggu dulu, Tana bisa kena semprit panitia pemilihan presiden AS. Ia bisa dituduh melanggar undang-undang pemilu dan pornografi.

Pada 1 Oktober lalu, Tana memposting fotonya setengah telanjang dan wajahnya diganti dengan gambar muka Joe Biden. Wanita model klip video itu membantah melanggar kesopanan. "Anda tak perlu memilih bokong saya untuk menentukan pilihan (untuk Joe Biden). Gunakan hak pilih Anda jika ingin melihat perubahan di negara ini, seperti halnya saya," ujarnya.

Menurut situs berita Vox, Universitas Cornell memberikan pandangan Tana bisa kena pasal kejahatan pemilu, yakni membeli suara dengan imbalan foto porno. Para pria yang mengirimkan pernyataan dukungannya untuk Biden ke akun Tana juga terancam pidana.

Ada 21 Negara Bagian di AS yang membolehkan rayuan terbuka untuk memilih seorang kandidat, ada pula 16 Negara Bagian mengharamkannya. AS terdiri atas 50 Negara Bagian.

"Siapa pun yang membuat atau menawarkan imbalan, baik untuk memilih atau menentang kandidat mana pun dapat didenda atau dihukum dua tahun penjara," begitu rilis Universitas Cornell, seperti dimuat Daily Star, Selasa (6/10).

Pada 4 Oktober lalu, YouTube menutup akun Tana Mongeau karena dinilai melanggar UU Pemilu.

Rupanya bukan hanya Tana yang melakukan kampanye nakal, bulan lalu seorang pekerja seks di Atlanta melakukan hal yang sama. Namun, wanita 'penari tiang' itu tidak meminta untuk memilih kandidat tertentu. Ia merayu warga AS, terutama pria kulit hitam, menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara pada November mendatang.

Ada-ada saja. (oca)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo10 Oktober 2020 | 06:15:27

    Ayak ayak wae....mbak. Nek malah jadi kalah piye?

Back to Top