Inggris

Juara Dunia F-1 Lewis Hamilton Bangga Demo 'Black Lives Matter'

publicanews - berita politik & hukumJuara Dunia F-1 Lewis Hamilton ikut aksi menentang rasisme 'Black Lives Matter' di Hyde Park, London, Minggu (21/6). (Foto: Instagram/@lewishamilton)
PUBLICANEWS, London - Juara balap mobil Formula 1 enam kali Lewis Hamilton (35) ikut aksi menentang rasisme. Kemarin, ia bersama ribuan orang melakukan protes 'Black Lives Matter' di Hyde Park, London, Inggris.

Lewat akun Isntagram @lewishamilton, pembalap yang kini turun bersama tim Mercedes itu mengungkapkan kebanggaannya turut dalam gerakan menentang rasisme, yang dipicu dengan matinya George Floyd ditangan polisi Minneapolis, Amerika Serikat, itu.

"Saya sangat bangga melihat begitu banyak orang dari berbagai ras dan latar belakang mendukung gerakan ini," ia menulis, Senin (22/6) dini hari tadi. "Saya bangga orang-orang mengakui dan mendukung gerakan Black Lives Matter," kata pembalap F-1 berkulit hitam pertama itu.

Aksi solidaritas menentang atas sikap rasisme polisi AS, menyusul kematian pria kulit hitam Floyd, berlangsung di banyak negara. Di Inggris aksi telah berjalan empat pekan. Hamilton bangga karena banyak peserta aksi adalah warga kulit putih Inggris.

Mengejutkan, George Floyd Disebut Mati Karena Covid-19 Bukan Dipiting Polisi

"Ini benar-benar sebuah gerakan. Saya merasa yakin perubahan akan datang, tetapi kita tidak bisa berhenti sekarang. Teruslah bergerak," Hamilton, yang pernah dilempari kulit pisang ketika memulai karir balapnya, menambahkan.

Ketika Publicanews melongok akun instagramnya pada pukul 12.30 WIB, unggahan foto Hamilton ikut aksi 'Black Lives Matter' ini telah disukai 384.556 warganet.

George Floyd mati saat ditangkap polisi Minneapolis. Ia dituduh membayar belanja di sebuah toko dengan uang 20 dolar AS palsu. Dalam kondisi tangan diborgol dan tak berdaya karena dijatuhkan di aspal jalanan, polisi kulit putih Derek Chauvin menekan lehernya dengan lutut. Meskipun sudah meminta tolong karena tak bisa bernapas, Chauvin tak peduli. Sekitar 8 menit lamanya, kemudian ia mati.

Aksi memprotes tindakan rasis ini tak hanya terjadi di kota-kota di AS, melainkan juga di Eropa. Warga Australia dan Selandia Baru pun melakukan protes. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top