Tiongkok

Hantavirus, Momok di Tengah Pandemi Covid-19

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Jakarta - Di tengah kegoncangan dunia akibat pandemi virus corona, jagad media sosial digemparkan dengan hantavirus.

Tagar #Hantavirus di Twitter menjadi trending topic. Hingga Rabu (25/3) pukul 11.30 WIB, cuitan yang memuat tagar tersebut telah mencapai 558 ribu.

Momok apa lagi hantavirus? Mencuatnya #hantavirus berawal dari kematian seorang pria di Provinsi Yunnan,Tiongkok, Senin (23/3). Ia dalam perjalanan menuju Provinsi Shandong menggunakan bus.

Dikutip dari media lokal Global Times, pria tersebut segera diskrining untuk mengetahui penyakitnya. Hasil tes nukleus acid diketahui pria tersebut terinfeksi hantavirus.

Kematian mendadak itu membuat gempar. Apalagi pemerintah Tiongkok juga melakukan pemeriksaan 32 penumpang lainnya di bus tersebut.

"Dia positif hantavirus. Semua 32 orang di dalam bus itu dites," ujar laporan Global Times lewat Twitter-nya, kemarin.

Banyak yang menduga virus mematikan kembali muncul setelah corona mulai menghilang di daratan Negeri Tirai Bambu itu.

Gaung kepanikan masih muncul hingga Rabu ini. Dikutip dari The Independent, Rabu (25/3), disebutkan muncul pesan teks di luar negeri yang memperingatkan bahwa dunia berada dalam bahaya oleh penyakit hantavirus dan Covid-19 yang mewabah saat ini.

"Ketika seluruh dunia masih menderita karena Covid-19, muncul virus lain. Virus hanta telah terdeteksi di China, disebabkan oleh hewan pengerat. Satu sudah meninggal dan beberapa dinyatakan positif," begitu bunyi pesan itu.

Di tengah kebingungan itu, para ahli memberikan penjelasan. Peneliti Swedia Sumaiya Shaikh menulis di Twitternya bahwa hantavirus pertama kali muncul pada 1950-an, saat Perang Amerika-Korea, disebabkan oleh tikus.

Ia memastikan virus tidak menular antarmanusia. "Penularan manusia-ke-manusia sangat jarang. Tolong jangan panik, kecuali kau berencana memakan tikus," kata Shaikh di Twitter
@Neurophysik.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan, virus berasal dari urine, kotoran, atau air liur tikus berpenyakit yang masuk ke tubuh manusia. Bisa melalui konsumsi atau gigitan tikus.

CDC menambahkan, penyakit ini menular jika manusia memakan cairan tubuh tikus yang terinfeksi. Disebutkan angka kematiannya mencapai 38 persen.

Pasien yang terinfeksi hantavirus disebabkan terpapar cairan tubuh tikus seperti memegang urin, air liur, atau kotoran tikus yang mengandung hantavirus.

Hantavirus ditularkan melalui udara. Hal ini terjadi ketika partikel virus dari urin, kotoran, dan air liur hewan bergerak di udara dan menginfeksi manusia. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top