Virus Corona

Meninggal 335 Orang, Inggris Lockdown

publicanews - berita politik & hukumPengunjung mengantre saat masuk supermarket Sainsburys di Watford, Inggris, 19 Maret 2020. (Foto: AFP)
PUBLICANEWS, London - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akhirnya menerapkan penguncian wilayah alias lockdown. Keputusan diambil setelah angka kematian akibat virus Corona mencapai 335 orang dan positif Covid-19 tercatat 6.650 kasus.

"Mulai malam ini, Senin, saya harus memberikan instruksi sederhana untuk warga Inggris 'Anda harus tetap di rumah'," kata PM Johnson seperti disiarkan televisi setempat dan dikutip AFP, Selasa (24/3).

Johnson mengambil langkah karantina setelah imbauan agar warga mengurangi kontak sosial demi meminimalisasi penularan virus Corona diabaikan oleh publik.

"Jika Anda tidak mematuhi aturan, polisi memiliki wewenang untuk menindak Anda, termasuk melalui denda dan membubarkan acara berkumpul," ujarnya.

Selama ini, warga Inggris banyak tak peduli dengan tetap berkerumun dan menikmati akhir pekan di taman-taman setempat dan di area pinggiran negara itu.

Dengan status lockdown, pemerintah akan menutup toko yang menjual barang-barang seperti pakaian atau alat elektronik, juga perpustakaan, tempat bermain, dan tempat ibadah. Ikut dilarang pesta pernikahan dan seremoni baptis, meski tetap mengizinkan acara pemakaman.

PM Johnson mengatakan, warga masih diperbolehkan berbelanja kebutuhan pokok. Berolahraga, membeli kebutuhan medis, dan berangkat serta pulang kerja masih bisa dilakukan.

Pemberlakukan lockdown selama tiga pekan akan 'ditinjau secara konstan'. "Kita akan melihat lagi dalam tiga pekan, dan memperingannya jika ada bukti bahwa kita mampu," ujarnya.

Johnson menyeru agar warga Inggris tetap tinggal di rumah dan membantu Layanan Kesehatan Nasional (NHS) yang diharapkan dapat menyelamatkan banyak nyawa.

"Saat ini, tidak ada opsi yang mudah. Jalan ke depan itu sulit dan benar bahwa banyak nyawa akan sangat disayangkan, hilang," ia menegaskan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top