Honduras

Tiga Polisi Pengawal Gangster Alexander Mendoza Ditembak Mati Usai Sidang

publicanews - berita politik & hukumPemimpin senior geng kejahatan MS-13 Honduras Alexander Mendoza dikawal untuk menjalani sidang. (Foto: La Prensa)
PUBLICANEWS, Tegucipalga - Tiga polisi tewas dan dua lainnya terluka dalam penyerangan oleh geng Mara Salvatrucha (MS)-13 di Kota El Progreso, 175 kilometer utara Ibukota Tegucipalga, Honduras, Kamis (13/2). Serangan oleh 20 anggota geng tersebut untuk membebaskan pemimpin paling penting geng MS-13 Alexander Mendoza.

Surat kabar lokal La Prensa mengabarkan, polisi tengah membawa Mendoza untuk dipindahkan ke Penjara Nasional Tamara setelah menjalani sidang. Tiba-tiba, bak film-film gangster Hollywood, tiga mobil van mendekat dan orang-orang berseragam militer serta polisi turun. Mereka langsung memberondong polisi betulan dengan senjata otomatis di tengah hari bolong.

Mereka berhasil membawa kabur Mendoza yang dijuluki 'El Porky' alias 'si Babi'. Kendaraan, seragam, dan senjata yang digunakan ditemukan di dekat sekolah Policarpo Bonilla, tak jauh dari lokasi serangan brutal tersebut.

"Kami akan menangkap kembali penjahat ini dan mereka yang membantunya melarikan diri," kata Wakil Menteri Keamanan Luis Suazo, seperti ditulis La Prensa, Jumat (14/2).

Polisi telah menutup seluruh akses keluar Kota El Progreso. Namun hingga berita ini dibuat belum ada kabar anggota geng narkoba paling ditakuti di Honduras itu tertangkap.

Presiden Honduras Juan Orlando Hernández menawarkan hadiah 2 juta lempiras atau 80 ribu dolar AS, sekitar Rp 1 miliar lebih, untuk informasi yang mengarah pada penangkapan kembali Mendoza.

Kelompok kejahatan MS-13 didirikan oleh orang-orang Salvador di Los Angeles pada 1980-an. Mereka kemudian menyebar ke El Salvador, Honduras, dan Guatemala ketika Amerika Serikat mendeportasi gelombang migran.

Mendoza ditangkap pada 2015 dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atas tuduhan perdagangan ilegal dan pencucian uang. MS-13, bersama saingannya Mara 18, adalah geng paling kuat yang beroperasi di Amerika Tengah. Bisnis mereka adalah pemerasan, pembunuhan, dan perdagangan narkoba. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top