Kematian Corona 1.350 Jiwa, Singapura Karantina 984 Orang

publicanews - berita politik & hukumPetugas medis Tiongkok mengevakuasi pasien Corona. (Foto: AFP)
PUBLICANEWS, Hubei - Virus Corona atau COVID-19 telah merenggut 1.350 jiwa di Tiongkok. Pertambahan jumlah pasien meninggal pada Rabu kemarin sebanyak 242 orang. Dikutip dari AFP, Kamis (13/2), berdasarkan Komisi Kesehatan Hubei, Tiongkok, tercatat 14.840 kasus baru di wilayah sumber pandemi itu.

Saat ini, otoritas kesehatan Tiongkok tengah menguji kombinasi obat antivirus yang digunakan pasien HIV untuk mengatasi virus yang berasal dari Kota Wuhan tersebut. Namun, hasil pengembangan vaksin HIV itu kemungkinan baru bisa digunakan dalam beberapa bulan ke depan.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan, wabah virus Corona ini telah mengarah ke segala arah. Bahkan, tidak hanya di Tiongkok melainkan juga menyebar di daerah lain dan menjadikannya sebagai wabah di tempat baru tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Singapura telah mengidentifikasi 1.090 orang pernah menjalin kontak dengan penderita vuris Corona. Kedutaan Besar RI di Singapura mengatakan, sebanyak 984 orang diantaranya masih berada di Negeri Singa.

"Ada 638 orang yang sudah dinyatakan negatif COVID-19 dan 125 orang masih menunggu hasil tes," kata Koordinator Fungsi Penerangan KBRI Singapura Lestari Harjana.

Hingga kamis ini, jumlah penderita virus Corona di Singapura mencapai 50 pasien. Salah satunya WNI yang kini masih menjalani perawatan. Lestari mengimbau WNI di Singapura tetap tenang, tidak panik, dan berhati-hati.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan hingga saat ini belum ada WNI yang terinfeksi virus Corona. Ia menepis pernyataan peneliti Harvard yang memprediksi adanya warga Indonesia terpapar.

"Perkara Indonesia tidak ada corona itu berkat yang maha kuasa, dan percaya itu doa kita semua. Kita enggak mengharapkan itu ada," kata Terawan.

Sebelumnya, Epidemiologist Marc Lipsitch di Harvard TH Chan School mencurigai warga Indonesia ada yang terjangkit virus corona. Pasalnya, negara-negara yang memiliki rute penerbangan langsung dengan Wuhan telah terjadi kasus terinfeksi virus Corona. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top