Putra Mahkota UEA Sambut Jokowi sebagai Big Brother

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo dan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan, Minggu (12/1). (Foto: Facebook/@Jokowi)
PUBLICANEWS, Abu Dhabi - Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed (MBZ) menyambut hangat Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi, Minggu (12/1) malam. Saat Jokowi tiba, MBZ menyambut dengan ungkapan 'selamat datang di rumah kedua' kepada Jokowi.

Ia tidak segan menarikkan kursi Jokowi saat akan duduk menandatangani buku tamu kepresidenan. Bahkan, MBZ dan Jokowi beberapa kali berpegang tangan dan berjabatan erat penuh keakraban.

Usai pertemuan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan hubungan pribadi antara Presiden dengan Putra Mahkota UEA sangat cair dan hangat.

"Hubungan pribadi Presiden dengan Crown Prince Mohamed Bin Zayed betul-betul sangat cair sekali, selalu Putra Mahkota menghormati Jokowi sebagai big brother," kata Luhut, Senin (13/1).

Luhut yang mendampingi Jokowi mengatakan berulang kali MBZ menyebut Jokowi dengan panggilan brother.

"Crown Prince sangat ingin menjadi bagian dari kita. Berkali-kali ia mengatakan bahwa Indonesia adalah sahabat kami yang sangat dekat," kata Luhut menambahkan.

MBZ mengatakan Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia membuatnya ingin lebih banyak berkontribusi terhadap Indonesia.

Diketahui UEA akan menyiapkan dana sebesar 22,8 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 312,36 triliun. Investasi itu disampaikan MBZ dalam pertemuan bilateral dengan Jokowi, Minggu kemarin.

Investasi dilakukan melalui Sovereign Wealth Fund bekerja sama dengan Softbank, Jepang dan International Development Finance Corporatio (IDFC) Amerika Serikat (AS).

Luhut menilai kesepakatan investasi ini merupakan yang terbesar dalam sejarah Indonesia dengan negara Timur Tengah. Dana tersebut akan dimanfaatkan dalam pembangunan Ibukota baru di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Menurut Luhut, Jokowi telah meminta Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed menjadi Dewan Pengarah dalam pembangunan Ibukota pengganti DKI Jakarta itu. (feh)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top