Tewaskan 176 Penumpang, Pesawat Ukraina Diyakini Kena Rudal Iran

publicanews - berita politik & hukumPuing pesawat maskapai Ukraina yang jatuh di pinggiran Teheran, Iran menewaskan 176 orang, Rabu (8/1). (Foto: AP)
PUBLICANEWS, Teheran - Pesawat Ukraine International Airlines yang jatuh setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini, Teheran, menuju Kiev, Ukraina, diyakini kena rudal yang ditembakkan Iran. Seluruh penumpang dan awak pesawat berjumlah 176 orang tewas.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan memiliki bukti-bukti intelijen yang mengindikasikan maskapai Ukraina itu terkena rudal darat-ke-udara (SAM) milik Iran.

"Bukti mengindikasikan bahwa pesawat ditembak jatuh oleh sebuah rudal darat-ke-udara milik Iran. Ini bisa jadi tidak disengaja," kata Trudeau seperti dilansir AFP dan Associated Press, Jumat (10/1). Pernyataan serupa juga disampaikan PM Inggris Boris Johnson dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Hal itu dikuatkan dengan pernyataan pejabat Amerika Serikat yang mengungkapkan bahwa rudal antipesawat ditembakkan dan secara tidak sengaja mengenai pesawat komersial Ukraina.

Dikutip dari Reuters disebutkan pesawat Boeing 737-800 mengudara sekitar 2 menit setelah lepas landas dari bandara Teheran. Posisinya terdeteksi sistem pencari panas rudal darat ke udara.

Dua rudal mengenai peswat itu sehingga tampak seperti ada kebakaran di udara. Pesawat yang berkeping jatuh sekitar 45 kilometer dari bandara.

Namun, Juru Bicara Pemerintahan Iran Ali Rabiei menyebut tuduhan itu sebagai 'operasi psikologis AS' semata. "Tidak akan ada yang memikul tanggung jawab untuk sebuah kebohongan besar begitu diketahui bahwa klaim itu menipu," kata Rabiei.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Mousavi dalam pernyataannya mengatakan pemerintah telah membentuk tim penyelidikan untuk mencari tahu penyebab jatuhnya pesawat dengan nomor penerbangan PS752.

Menurut Mousavi penyelidikan dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip internasional dan prinsip Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

Menteri Luar Negeri Ukraina Vadym Prystaiko menyampaikan bahwa pesawat nahas yang jatuh pada Rabu (8/1) itu membawa 82 warga Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman dan tiga warga Inggris. (feh)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top