Potongan Tubuh al-Baghdadi Dilarung ke Laut, Celana Dalam Jadi Petunjuk

publicanews - berita politik & hukumPemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. (Foto: Islam Times)
PUBLICANEWS, Washington - Pentagon mengabarkan bahwa jenazah pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi telah dilarung ke laut. Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mike Milley mengatakan, upacara penguburan dilakukan sesuai kebiasaan Islam.

Namun Pentagon merahasiakan lokasi pelarungan. Seorang pejabat Pentagon, seperti dikutip Islam Times, Selasa (29/10), menjelaskan penguburan al-Baghdadi dilakukan segera setelah hasil tes DNA memastikan identitasnya.

"Semua bukti serangan dan penguburannya di laut tetap rahasia," kata sumber Angkatan Darat AS tersebut.

Jenderal Milley dalam konferensi pers di Pentagon, markas besar Kementerian Pertahanan di Arlington, Virginia, mengatakan bahwa pelarungan dilakukan 'secara sopan, menurut standar Pentagon, dan berdasarkan hukum dalam konflik bersenjata'.

Apa yang dilakukan AS terhadap al-Baghdadi sama seperti ketika mereka melarung jenazah pemimpin Al Qaeda Usamah bin Ladin di masa lalu.

Al-Baghdadi tewas dalam sebuah serbuan rahasia di Idlib, Suriah, pada Sabtu (26/10) malam. Pasukan AS memperoleh informasi keberadaan pria tambun berjanggut lebat itu dari pemberontak Kurdi. Presiden AS Donald Trump kemudian mengumumkan kematian al-Baghdadi sehari setelahnya.

Jenderal Milley menyebutkan, al-Baghdadi tewas dalam kondisi tubuh tercabik. Ia kemudian dibawa ke sebuah fasilitas yang aman untuk tes DNA.

Namun pengumuman Pentagon soal 'bagian-bagian tubuh' al-Baghdadi dilarikan ke fasilitas yang aman itu tidak disertai bukti. Kementerian Pertahanan Rusia bahkan mempertanyakan benarkah AS menyerbu al-Baghdadi karena mereka tidak pernah melihat jet tempur AS melintasi ruang udara Suriah.

Seperti diketahui, wilayah udara Suriah di bawah kendali Rusia. "Kami tidak mencatat adanya serangan udara koalisi AS di wilayah tersebut," kata sumber Kementerian Pertahanan Rusia, sebagaimana ditulis laman berita Rusia, RT.com.

Namun Penasihat SDF Kurdi Polat Can membenarkan penangkapan al-Baghdadi. Sumber-sumber Kurdi, ia menambahkan, berhasil menjangkau al-Baghdadi pada 15 Mei, dan mengambil celana dalamnya untuk memastikan target adalah al-Baghdadi. Sejak itu pergerakan al-Baghdadi terus diikuti.

"Semua informasi intelijen dan akses menuju al-Baghdadi, juga identifikasi keberadaannya adalah hasil kerja kami. Kami terlibat mengirimkan koordinat, mengarahkan penerjun payung, dan ikut serta dalam operasi," ujar Can.

Namun Pentagon menutup rapat-rapat kebenarannya, tidak ada pembenaran atau sanggahan atas detail cerita tersebut. (ian)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. WE_A @WandiAli30 Oktober 2019 | 07:24:30

    Syukurlah kl pemimpin ISIS sdh terbunuh, supaya mengurangi dan menghilangkan ancaman dr teroris.

Back to Top