Jual Beli Jabatan

Ada Uang Lain Diterima Penyidik Stepanus Lewat Perantara

publicanews - berita politik & hukumPenyidik KPK Ajun Komisaris Polisi Stepanus Robinson Pattuju. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik KPK Stepanus Robinson Pattuju dan pengacara Maskur Husain diduga bukan hanya menerima suap dari Walikota Tanjungbalai M Syahrial. KPK juga menduga keduanya kongkalikong dengan pihak lain untuk mendapatkan uang.

Hari ini, KPK memeriksa penyidik asal Polri Stepanus Robin sebagai saksi untuk tersangka Maskur Husain.

"Tim Penyidik mengkonfirmasi antara lain terkait dugaan adanya penerimaan sejumlah uang melalui perantaraan dan mengatasnamakan pihak-pihak terkait lainnya," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Rabu (21/7).

Dalam dakwaan Walkot Syahrial, Jaksa menyatakan AKP Stepanus menerima suap Rp 1,6 miliar melalui rekening Maskur Husain dan Riefka Amalia. Selain transfer, Stepanus juga menerima dalam bentuk tunai.

Uang tersebut untuk menutup penyelidikan KPK atas kkasus jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

KPK menduga penyidik berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP), setara Kapten TNI, itu menyalahgunakan surat penyidik untuk kepentingan pribadi. Stepanus juga telah menyalahgunakan tanda pengenal KPK untuk kepentingan pribadi. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top