Mark-up Masker di Banten, Dua Pengusaha Didakwa Korupsi Rp 1,6 M

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi Masker KN95
PUBLICANEWS, Banten - Dua pengusaha didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,6 miliar dalam proyek pengadaan 15 ribu masker jenis KN95 untuk tenaga kesehatan Covid-19. Proyek ini di bawah Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten 2020.

Keduanya Direktur PT Right Asia Medika Wahyudin Firdaus dan rekannya Agus Suryadinata. Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan berlangsung di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (21/7).

Sidang seharusnya juga membacakan dakwaan terhadap PPK Dinkes Banten Lia Susanti, tetapi yang bersangkutab sakit sehingga ditunda.

Menurut JPU, Wahyudin melakukan mark-up masker dari harga Rp 70 ribu menjadi Rp 250 ribu. Terdakwa Lia kemudian menyusunnya sebagai rencana anggaran belanja (RAB) melalui dana bantuan tak terduga atau BTT pada 26 Maret 2020.

Terdakwa Agus meminjam perusahaan PT RAM untuk mengajukan penawaran dengan pernjanjian commitment fee. Lia langsung memberikan persetujuan kontrak pengadaan masker tersebut.

Jaksa Subardi dalam dakwaannya mengatakan PT RAM tidak mempunyai kualifikasi sebagai penyedia masker KN95 karena bukan perusahaan pemegang sertifikat distribusi alat kesehatan dari Kemenkes.

"PT RAM juga bukan penyedia barang yang pernah melaksanakan pekerjaan sejenis dengan pemerintah, bukan penyedia dalam e-katalog dan bukan pelaku usaha dengan rantai pasokan terdekat," ujarnya.

Subardi juga mendakwa Wahyudin melakukan rekayasa dokumen dengan membuat kuitansi seolah-olah dari PT Berkah Mandiri Manunggal (BMM) sebagai distributor masker senilai RP 3 miliar dan yang dibayarkan ke BMM sebesar Rp 1,3 miliar.

Berdasar audit BPKP diketahui kerugian negara mencapai Rp 1,6 miliar. Wahyudin didakwa memperkaya diri sendiri sebesar Rp 200 juta dan perusahaan PT RAM sebesar Rp 1,4 miliar.

Baik Agus ataupun Wahyudin didakwa melakukan korupsi sebagaimana Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Tipikor. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top