Dua Eks Pejabat BPN Segera ke Meja Hijau

publicanews - berita politik & hukumEks Kakanwil Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kalbar Gusmin Tuarita (depan) dan Siswidodo. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Berkas perkara suap dan gratifikasi dua eks pejabat Badan Pertahanan Nasional (BPN) telah dirampungkan tim penyidik KPK. Keduanya adalah Kakanwil BPN Kalbar 2012-2016 dan Kakanwil BPN Jawa Timur 2016-2018 Gusmin Tuarita serta eks Kabid Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah Kantor BPN Kalbar Siswidodo.

"Hari ini dilaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) GTU dan SWD dari Tim Penyidik kepada Tim JPU," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (21/7).

JPU dalam waktu 14 hari kerja segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor Surabaya.

Sambil menunggu dakwaan rampung, penahanan keduanya menjadi kewenangan JPU selama 20 hari ke depan, 21 Juli 2021 sampai dengan 9 Agustus 2021.

KPK menduga Gusmin menerbitkan surat tanah atas permintaan pemohon. Sebagai Kakanwil ia memiliki wewenang untuk memberikan hak atas tanah, seperti HGU, sampai 2 juta meter persegi. Untuk itu ia mendapatkan imbalan atau pemberian.

Dalam melaksanakan aksinya, Gusmin dibantu Siswidodo. KPK menduga Gusmin menerima gratifikasi sepanjang 2013 hingga 2018 sebesar Rp 22,23 miliar. Uang ia masukkan ke beberapa rekening pribadi, istri, dan anak-anaknya.

Siswidodo diduga turut menerima uang untuk operasional tidak resmi. Uang-uang itu juga digunakan untuk pembayaran honor tanpa kuitansi, seremoni kegiatan kantor, hingga rekreasi pegawai.

Kedua tersangka dijerat pelanggaran Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top