Perkaya Perusahaan M Nazaruddin, eks Pejabat Kemenkes Divonis 2 Tahun

publicanews - berita politik & hukumKepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kemenkes Bambang Giatno Raharjo. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Gianto Raharjo dinyatakan terbukti korupsi dalam pengadaan Peralatan Kesehatan dan Laboratorium Rumah Sakit Tropik Infeksi Universitas Airlangga tahap 1 dan 2, tahun 2010.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Bambang Giatno Rahardjo terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan subsider. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama 2 tahun ditambah denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan," kata ketua majelis hakim Muslim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/6).

Adapun hal yang meringankan, Bambang telah mengembalikan uang seluruhnya sebesar Rp 100 juta. Untuk itu, hakim mengabulkan permohonan pembukaan blokir rekening atas nama Bambang Giatno Rahardjo. "Karena majelis mempertimbangkan bahwa rekening tersebut tidak diperlukan lagi dalam perkara," ujar hakim.

Selain Bambang, hakim juga memvonis mantan Direktur Marketing PT Anugerah Nusantara yang tergabung dalam Permai Grup, Minarsi, dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsidair dua bulan kurungan.

"Menjatuhkan pidana penjara dua tahun dan denda Rp 50 juta subsidair dua bulan. Menyerahkan terdakwa ke Lapas Pondok Bambu," kata hakim.

Menanggapi putusan tersebut, Bambang Giatno maupun tim jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir. Sedangkan Minarsi menerima putusan.

Dalam perkara ini, Bambang dinyatakan bersalah karena melaksanakan proyek alkes RS Unair yang bukan merupakan garapan atau tugasnya. Hakim juga meyakini Bambang menerima uang dari Minarsi. Atas dasar itu, unsur menguntungkan diri sendiri maupun orang lain terpenuhi.

Jaksa KPK mendakwa Bambang, Minarsi, dan sejumlah pihak lain merugikan negara Rp 14,1 miliar. Pihak lain tersebut adalah Kuasa Pengguna Anggaran pada Kemenkes Zulkarnain Kasim, pemilik Permai Grup Muhammad Nazaruddin, yang juga mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat.

Dalam dakwaannya, Jaksa menyatakan Bambang memperkaya diri sendiri sebesar 7.500 dolar AS atau setara Rp 107 juta (kurs saat ini). Jaksa juga mendakwa Bambang dan Minarsi memperkaya orang lain diantaranya, Zulkarnain Kasim sebesar 9.500 dollar AS, Bantu Marpaung sebesar Rp 154 juta, dan Ellisnawaty sebesar Rp 100 juta.

Tak hanya itu, Bambang Giatno dan Minarsi juga didakwa memperkaya korporasi Permai Grup sebesar Rp 13,6 miliar. Atas perbuatan Bambang Giatno dan Minarsi tersebut, negara mengalami kerugian sejumlah Rp 14 miliar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top