Korupsi Bansos Covid-19

Pegawai Kemensos Akui Terima Rp 165 Juta dari Matheus Joko

publicanews - berita politik & hukumEks Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos Adi Wahyono. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pegawai Kementerian Sosial (Kemensos) sekaligus tim teknis bantuan sosial (bansos) Covid-19 Iskandar Zulkarnaen mengaku menerima Rp 165 juta dari terdakwa Matheus Joko Santoso.

Iskandar memberikan keterangan tersebut sebagai saksi kasus dugaan korupsi bansos Covid-19 di Pengadilan Tipikor Jakarta dengan terdakwa Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, Senin (3/5).

"Sesuai BAP saya (terima) Rp 165 juta, Yang .ulia," ujar Iskandar.

"Terima uang dari siapa?" tanya ketua majelis hakim Muhammad Damis.

"Dari PPK Matheus," jawab Iskandar.

Iskandar mengatakan uang tersebut sebagai uang lelah. Namun ia mengaku tidak mengetahui asal muasal uang tersebut.

"Sampai sekarang enggak tahu?" tanya hakim lagi.

"Sekarang tahu itu dana dari penyedia, yang saya tahu itu, Yang Mulia," ujar Iskandar.

Iskandar mengaku uang tersebut telah ia kembalikan ke penyidik KPK.

Dalam sidang ini, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono didakwa menjadi perantara suap untuk eks Mensos Juliari Peter Batubara. Jaksa menduga Juliari menerima suap Rp 32,48 miliar.

Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.  Serta Pasal 12 huruf (i) UU Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top