20 Tokoh Jamin Penangguhan Penahanan Jumhur Hidayat

publicanews - berita politik & hukumKomite Eksekutif Koalisi KAMI Jumhur Hidayat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, 16 Oktober 2020. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sebanyak 20 tokoh meminta majelis hakim agar penahanan deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat ditangguhkan. Mereka menawarkan diri menjadi penjamin.

"Mereka siap menjadi penjamin penangguhan atau pengalihan penahanan Jumhur," kata kuasa hukum Jumhur, Oky Wiratama, kepada wartawan, Senin (3/5).

Ke-20 tokoh yang menyatakan bersedia menjadi penjamin, antara lain mantan Ketua MK Jimly Asshidiqie, mantan hakim konstitusi Hamdan Zoelva, ekonom Rizal Ramli, politikus Partai Demokrat Andi Areif, hingga Fadli Zon.

Menurut Oky para penjamin berkeyakinan bahwa anggota Komite Eksekutif KAMI itu tidak bersalah atas dakwaan membuat ujaran kebencian yang menimbulkan keonaran lewat Twitter.

"Kritik yang dilakukan oleh Jumhur Hidayat terhadap suatu kebijakan pemerintahan adalah hal yang lumrah di negara demokrasi," kata Okky.

Jumhur ditangkap setelah kicauan di akun @jumhurhidayat pada 7 Oktober 2020 tentang UU Cipta Kerja. Polisi menuduh karena twit tersebut muncul demo menentang UU Cipta Kerja yang berujung rusuh di Jakarta dan beberapa daerah lain.

Berikut cuitan aktivis '98 yang membuatnya dipenjara hingga kini. "UU ini memang utk INVESTOR PRIMITIF dari RRC dan PENGUSAHA RAKUS. Kalau INVESTOR BERADAB ya seperti di bawah ini. 35 Investor Asing Nyatakan Keresahannya terhadap Pengesahan UU Cipta Kerja".

Selain Jumhur ditangkap 7 orang lainnya yang merupakan deklarator dan pengurus KAMI. Salah satunya yaitu Syahganda Nainggolan.

Sekretaris eksekutif KAMI itu telah divonis 10 bulan penjara dalam sidang di PN Depok pada 29 April lalu. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum mengajukan tuntutan hukuman 6 tahun penjara.

Dalam vonis, Syahganda yang ditangkap pada 13 Oktober 2020 dianggap terbukti melanggar Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top