Korupsi Bansos Covid-19

Geledah 5 Lokasi di Lembang, KPK Sita Dokumen

publicanews - berita politik & hukumBupati Bandung Barat Aa Umbara (Foto: PR)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penggeledahan kembali dilakukan tim penyidik KPK untuk mendalami bukti-bukti kasus dugaan korupsi bansos Covid-19 pada Dinsos Kabupaten Bandung Barat. Kemarin, penyidik menggeledah lima lokasi di kawasan Lembabg, Bandung Barat.

"Yaitu rumah kediaman dari pihak-pihak yang ada hubungan keluarga dengan tersangka AUS dan diduga mengetahui rangkaian perbuatan para tersangka dalam perkara ini," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Kamis (8/4).

AUS yang dimaksud adalah Bupati Aa Umbara Sutisna. Ia bersama anaknya Andri Wibawa telah ditetapkan sebagai tersangka, tapi belum ditahan karena sakit. Satu tersangka lagi adalah pemilik PT Jagat Dir Gantara (JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Toto Gunawan, ia sudah ditahan.

Dari penggeledahan di 5 lokasi tersebut, penyidik mengamankan berbagai bukti dokumen. "Selanjutnya bukti-bukti ini akan disita guna menjadi barang bukti dalam berkas penyidikan perkara dimaksud," ujar Ali.

Penyidik menduga Aa Umbara menerima suap Rp 1 miliar atas penunjukkan anaknya dan Totoh sebagai vendor.

Sementara Andri diduga mendapat jatah pengadaan paket bansos Jaring Pengaman Sosial senilai Rp 36 miliar melalui bendera CV Jayakusuma Cipta Mandiri dan CV Satria Jakatamilung. Sedangkan M Totoh mendapat jatah Rp 15,8 miliar untuk pengadaan bansos JPS dan bansos Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

KPK menjerat Aa Umbara dengan Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.

Sedangkan Andri dan Totoh disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 UU yang sama jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top