Suap Proyek PUPR

KPK Panggil Anak Nurdin Abdullah

publicanews - berita politik & hukumGedung KPK (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK memanggil anak Gubernur nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah, M. Fathul Fauzy Nurdin, untuk mengusut kasus suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulawesi Selatan.

"Hari ini pemeriksaan saksi NA di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jl Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Rabu (7/4)

Selain Fathul Fauzy, KPK turut memanggil tiga saksi lainnya, yakni PNS Rudy Ramlan serta wiraswasta Raymond Ardan Afandy dan John Theodore.

KPK tengah mendalami aliran uang kepada Nurdin Abdullah. Uang tersebut diberikan melalui saksi Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Edy Rahmat, sekaligus orang kepercayaan Nurdin, maupun sejumlah pihak lainnya.

KPK menduga Nurdin Abdullah menerima total Rp 5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 sebesar Rp 2 miliar dari Agung Sucipto, yang diserahkan melalui Edy Rahmat.

Selain itu, politikus PDIP itu juga diduga menerima uang dari kontraktor lain, di antaranya pada akhir 2020 sebesar Rp 200 juta dan pertengahan Februari 202 melalui ajudannya Samsul Bahri sejumlah Rp 1 miliar. Kemudian awal Februari 2021, Nurdin melalui Samsul Bahri menerima Rp 2,2 miliar.

Nurdin dan Edy disangkakan melanggar pasal 12 huruf a dan pasal 12 huruf b, atau pasal 11 dan pasal 12 B besar Undang-undang Nomor 31 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

Adapun Agung disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU yang sama jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top