Skandal Djoko Tjandra

Boyamin Serahkan Sosok King Maker ke KPK, Petinggi Penegak Hukum

publicanews - berita politik & hukumKoordinator MAKI Boyamin Saiman di Gedung KPK, Jakarta Selatan. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyerahkan profil 'King Maker' dalam kasus Djoko Tjandra ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hari ini Boyamin mendatangi Gedung KPK, sekaligus menagih janji KPK untuk mendalami sosok yang punya pengaruh besar dalam skandal Djoko Tjandra tersebut.

"Jadi, saya datang ke KPK ini untuk nagih berkaitan dengan king maker. Sekaligus saya menyerahkan profil king maker yang lebih rinci," kata Boyamin di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (23/2).

Boyamin menjelaskan, ia mendapatkan sosok king maker itu dari salah satu saksi yang diproses di Pengadilan Tipikor Jakarta. "Melalui teman saya untuk mencoba meminta penjelasan siapa sih king maker. Dan didapatkan gambaran seperti itu dan saya serahkan ke sini," Boyamin menambahkan.

MAKI mendesak KPK segera melakukan penyidikan terkait sosok King Maker ini. "Karena sudah mengerucut, maka saya berikan timeline satu bulan. Kalau tidak diproses KPK saya gugat ke praperadilan," ujarnya.

Boyamin menyebut King Maker berasal dari penegak hukum dengan jabatan tinggi. Namun ia enggan membuka identitas sang tokoh yang punya pengaruh besar itu sekarang. Ia akan membukanya pada sidang praperadilan nanti.

Ia hanya memberi clue sang tokoh punya jabatan tinggi di lembaga penegak hukum. "King Maker dari unsur penegak hukum. Penegak hukum dan jabatannya tinggi. Oknum penegak hukum yang jabatannya tinggi. Itu berdasarkan versi dari salah satu saksi yang diproses ke pengadilan," Boyamin menjelaskan.

'King Maker' Kasus Djoko Tjandra Marah Tidak Kebagian Jatah

Untuk itulah salah satu alasan mengapa Boyamin bersikukuh agar KPK yang menangani penyidikan dan mengungkap peran King Maker. Bukan Kepolisian atau Kejaksaan.

"Saya yakin enggak bisa kalau dipaksa ke Kepolisian atau ke Kejaksaan untuk proses ini. Karena oknum penegak hukum itu tadi," kata Boyamin.

Dalam putusan terdakwa Jaksa Pinangki Sirna Malasari, majelis hakim pengadilan Tipikor Jakarta mengatakan adanya sosok King Maker yang muncul dalam percakapan WhatsApp antara Pinangki dengan Anita Kolopaking, pengacara Djoko Tjandra

"Bahwa berdasarkan bukti elektronik berupa komunikasi chat menggunakan aplikasi WA yang isinya dibenarkan oleh terdakwa (Pinangki), saksi Anita Kolopaking, serta keterangan saksi Rahmat, telah terbukti benar adanya sosok King Maker'," kata hakim ketua Ignasius Eko Purwanto saat membacakan putusan pada 8 Februari 2020.

Hakim menjatuhkan vonis sepuluh tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider enam bulan kurungan terhadap Pinangki. Ia dinyatakan terbukti menerima 500 ribu dolar AS dari 1 juta dolar AS yang dijanjikan terpidana cessie Bank Bali Djoko Tjandra. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top