Perempuan-perempuan Saksi Edhy Prabowo, dari Mahasiswi hingga 'Pengurus Rumah Tangga'

publicanews - berita politik & hukumSaksi kasus suap izin ekspor benur, Devi Komalasari. (Foto: Net)
PUBLICANEWS, Jakarta - Esti Marina, mahasiswi, masuk daftar saksi penyidikan KPK dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Esti telah diperiksa pada Jumat (19/2) kemarin

Lalu apa kaitan Esti dengan perkara yang menjerat eks Menteri KP Edhy Prabowo?

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan Esti merupakan sekretaris pribadi Staf Khusus Edhy, Andreau Misanta Pribadi.

"Dikonfirmasi terkait dengan tugas saksi yang dipercayakan oleh tersangka AMP menjadi sekretaris pribadinya," ujar Ali saat dikonfirmasi, Sabtu (20/2).

Selain Esti, KPK telah memeriksa sejumlah perempuan dalam pusaran kasus tersebut. Ada Iis Rosita Dewi, yang tak lain istri Edhy. Anggota DPR ini ikut kunjungan suaminya Hawaii, Amerika Serikat. Sepulang kunjungan itulah KPK mencokok mereka.

Kepada Iis penyidik mendalami barang-barang mewah yang dibeli di Hawaii dengan duit suap para eksportir benur.

Perempuan saksi lainnya adalah dua sekretaris pribadi Edhy Prabowo, yakni Fidya Yusri dan Anggia Putri Tesalonikacloer.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Fidya Yusri seorang mantan presenter televisi. Sementara Anggia merupakan Miss Internet Indonesia asal Sulawesi Utara (Sulut). Keduanya kemudian menjadi sekretaris pribadi Edhy.

Dalam pemeriksaan, penyidik KPK mengkonfirmasi pengetahuan mereka soal aliran uang dalam kasus Edhy.

KPK juga pernah memeriksa pengurus rumah tangga Devi Komalah Sari pada 8 Desember 2020. Penyidik juga mendalami pengetahuannya soal aliran uang.

Sebulan kemudian, tepatnya 5 Februari 2021, penyidik kembali memanggil Devi. Kali ini soal perhiasan, jam tangan mewah, dan barang lainnya yanf ia terima dari . Andreau Misanta.

Yang terbaru, pada 17 Februari, penyidik memanggil Putri Elok untuk mengkonfirmasi pembayaran sewa apartemen yang ia tempati.

Berdasarkan penelusuran lewat situs TIDAR, diketahui Putri Elok Sekarini adalah Kepala Departemen Pengembangan Jaringan. TIDAR merupakan salah satu organisasi sayap Partai Gerindra tempat Edhy Prabowo bernaung.

Belum bisa dipastikan apakah Putri Elok yang dimaksud merupakan orang yang menjadi saksi pemeriksaan KPK.

KPK menduga Edhy menerima sejumlah uang dari pemilik PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito. DPP telah 10 kali mengirim benih lobster dengan menggunakan jasa PT ACK.

Monopoli itu dimulai dengan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster yang diterbitkan Edhy pada 14 Mei 2020. 

Selain Edhy, KPK turut menetapkan tersangka kepada Andreau Misanta Pribadi, Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri, dan sekretaris pribadi Amiril Mukminin. Kemudian pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi, dan Ainul Faqih selaku staf istri Edhy. (han)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Muhardi Karijanto @hardidja24 Februari 2021 | 09:25:16

    Salah satu penggoda seseorang melakukan korupsi adalah perempuan cantik, jadi dapat dipastikan di setiap kasus korupsi selalu ada perempuan cantik yg terlibat di dalamnya. Terlibat tidak hanya ikut membantu dlm tindak pidana korupsi, tapi yg terbanyak adalah kebagian materi hasil korupsi karena telah memberikan layanan yg menyenangkan kepada sang koruptor, hehehe

  2. Iis_osya @iis_osya21 Februari 2021 | 07:56:47

    Kok banyak perempuan yg di sekelilingnya pak edy?

    Ibarat Arjuna dong...

Back to Top