Megakorupsi e-KTP

Mantan Dirjen Dukcapil Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin

publicanews - berita politik & hukumIrman sewaktu masih menjalani pemeriksaan di KPK. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Jaksa eksekutor KPK Andry Prihandono mengeksekusi penahanan eks Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (19/11) kemarin.

"Untuk menjalani pidana penjara 12 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Jumat (20/11) sore.

Dalam sidang putusan peninjauan kembali (PK), hakim menyatakan terpidana kasus megakorupsi proyek KTP elektronik ini bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Selain pidana pokok, Irman juga dibebani denda Rp 500 juta dan uang pengganti 500 ribu dolar dan Rp1 miliar. "Dikompensasikan dengan uang yang sudah dikembalikan terpidana kepada KPK sebesar 300 ribu dolar AS," ujar Ali.

Vonis PK lebih rendah tiga tahun dibanding vonis Pengadilan Kasasi yang mengganjar Irman 15 tahun penjara. Pertimbangan hakim mengabulkan permohonan PK karena Irman telah ditetapkan oleh KPK sebagai justice collaborator (JC).

Selain itu, Irman bukan pelaku utama dan telah memberikan keterangan dan bukti-bukti yang signifikan sehingga penyidik dan Penuntut Umum dapat mengungkap peran pelaku utama dan pelaku lainnya dalam perkara a quo. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top