Terbukti Perkaya Diri dalam Kasus Bakamla, Bos CMI Divonis 5 Tahun

publicanews - berita politik & hukumDirektur Utama PT CMIT Rahardjo Pratjihno. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 5 tahun penjara dan denda Rp 600 juta kepada Direktur Utama PT Compact Microwave Indonesia Teknologi (CMIT) Rahardjo Pratjihno. Hakim menyatakan Rahardjo terbukti memperkaya diri sendiri dan orang lain dalam proyek Backbone Coastal Surveillance System di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Proyek tersebut meruhikan keuangan negara sebesar Rp 63,8 miliar.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Rahardjo Pratjihno telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Ketua Majelis Hakim Muslim membacakan amar putusan, Jumat (16/10).

Selain pidana pokok, hakim mewajibkan Rahardjo membayar uang pengganti Rp 15 miliar selambat-lambatnya satu bulan setelah hukuman berkekuatan hukum tetap.

"Jika tidak bayarkan, harta benda disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti dan jika harta bendanya tidak cukup untuk menutupi uang pengganti, maka dipidana selama tiga tahun penjara," ujar hakim.

Bos PT CMI Rahardjo Pratjihno Dituntut 7 Tahun Penjara

Atas vonis tersebut baik terdakwa dan Jaksa menyatakan pikir-pikir.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa KPK yang meminta hakim menghukum Rahardjo dengan 7 tahun penjara dan uang pengganti Rp 60 miliar. Jaksa dalam dakwaannya meyakini Rahardjo bersama-sama politikus PDIP Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi mendapat keuntungan besar dalam proyek di Bakamla tersebut.

Menurut Jaksa, Rahardjo menerima Rp 60,3 miliar dan Ali Fahmi, yang juga Staf Khusus bidang Perencanaan Kepala Bakamla mendapatkan Rp 3,5 miliar. Fahmi yang hingga kini buron adalah Staf Khusus bidang Perencanaan dan Keuangan Kepala Bakamla (saat itu) Arie Soedewo.

Pemufakatan jahat Rahardjo dilakukan bersama-sama dengan PPK Bakamla Bambang Udoyo, Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bakamla Leni Marlena, dan Koordinator ULP Bakamla Juli Amar Ma'ruf. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top