KPK akan Pelajari Bukti Tambahan 'Bapakmu-Bapakku' dari MAKI

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Nawawi Pomolango. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK siap pelajari bukti tambahan yang akan diserahkan Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam skandal suap Djoko Tjandra. Bukti tersebut berkenaan dengan istilah 'Bapakmu-Bapakku'.

"Jadi kita akan lihat dan telaah data-data yang diberikan langsung oleh masyarakat ke KPK," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango saat dikonfirmasi media, Rabu (16/9).

Boyamin menggunaka istilah 'Bapakmu-Bapakku' saat menyebut beberapa inisial nama, seperti T, DK, BR, HA, SHD, dan R. Nawawi mengatakan, bila inisial-inisial itu tidak segera diusut Kejaksaan Agung maupun Bareskrim Polri, maka KPK tidak segan untuk mengambil alih kasus.

"Jika ada nama-nama lain yang didukung oleh bukti-bukti yang ada, memiliki keterlibatan dengan perkara-perkara dimaksud, baik perkara Djoko Tjandra maupun perkara PSM (Pinangki Sirna Malasari), tapi tidak ditindak lanjuti, maka KPK dapat langsung tersebut terpisah dari perkara yang sebelumnya disupervisi," Nawawi menegaskan.

Boyamin meyakini bukti tambahan tersebut dapat membuka tabir istilah 'bapakku-bapakmu' yang pernah ia ungkapkan saat KPK melakukan gelar perkara bersama Kejagung dan Bareskrim Polri. Boyamin menyebut sejumlah nama mereka yang diduga terlibat skandal tersebut.

Ia berharap dengan bahan itu nanti KPK mampu membuat benang merah dari tiga clue 'bapakku-bapakmu'.

"Kemudian berkaitan dengan inisial, berkaitan dengan P mengajak R untuk ketemu pimpinan, terakhir terkait dengan fatwa dan grasi," katanya. Boyamin. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top