Tiga Saksi Dipanggil KPK Untuk Dalami TPPU eks Bupati Mojokerto

publicanews - berita politik & hukumTim KPK melakukan penyitaan tanah di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel, Senin (14/9) yang diduga hasil TPPU eks Bupati Mojokerto. (Foto: Humas KPK/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Setelah menyita aset eks Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa di Musi Banyuasin, hari ini memanggil tiga saksi. Ketiganya adalah Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau notaris Mahani, penyedia kredit pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumsel Cabang Sekayu Ade Norfian Putra, dan pegawai bagian legal BPD Sumsel Fitri Hasanah.

"Pemeriksaan tiga orang saksi untuk tersangka MKP terkait TPPU di Kantor Polresta Palembang," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (16/9).

Senin (14/9) lalu, tim penyidik KPK bersama Satgas Pengelola Barang Bukti menyegel lahan bangunan seluas 31.815 m2 di Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel. Aset tersebut milik PT. Musi Karya Perkasa dengan sertifikat atas nama Ahmad Syamsu Wirawan, yang masih terhitung keluarga Mustofa.

KPK menduga Mustofa membeli lahan tersebut pada 2015. Di atas tanah tersebut kemudian dibangun mess, kantor beserta fasilitasnya untuk mendukung kegiatan usaha AMP-Hotmix PT. Musi Karya Perkasa. Perusahaan ini mengerjakan proyek jalan pada Dinas PUPR Kabupaten Muba pada 2015.

Adapun estimasi nilai aset saat ini kurang lebih Rp 3 miliar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top