Tujuh Saksi Dipanggil Untuk Kasus Suap PTDI

publicanews - berita politik & hukumMantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tujuh saksi diperiksa KPK dalam penyidikan kasus suap penjualan pesawat di PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Kasus ini menjerat eks Dirut Budi Santoso dan Direktur Niaga Irzal Zailani Rinaldi.

"Tujuh orang dipanggil sebagai saksi untuk tersangka BS," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (30/6).

Ketujuh saksi adalah Deputi Bidang Industri Strategis dan Manufaktur Kementerian BUMN 2010-2012 Irnanda Laksanawan, Direktur Keuangan dan Administrasi PTDI 2010-2018 Hermawan Hadi Mulyana, Dirut PT Niaga Putra Bangsa Lineke Priscela, Kadiv Business, Development and Marketing PTDI Ade Yuyu Wahyuna.

Kemudian karyawan PT Angkasa Mitra Karya, PT Bumiloka Tegar Perkasa, PT Abadi Sentosa Perkasa Agus Widaryanto dan Sugeng Riyadi serta kasir PT Sincere Valindo 2007-2019 Jannie.

KPK menduga Budi dan Irzal serta sejumlah pihak lain telah merugikan keuangan negara Rp 205, 3 miliar dan 8,65 juta dolar AS, atau total sekitar Rp 300 miliar.

Nilai kerugian negara itu berasal dari jumlah pembayaran yang dikeluarkan PTDI kepada enam perusahaan mitra atau agen penjualan dan pemasaran dari 2008 hingga 2018. Padahal, keenam agen tidak pernah melaksanakan kewajibannya sesuai dengan perjanjian.

Penyidik menjerat Budi dan Irzal dengan Pasal 2 atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top