Pembelaan Hukum Terdakwa Penyerang Novel Maladministrasi

publicanews - berita politik & hukumPengacara Polri menyampaikan nota pembelaan terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette secara virtual di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Senin (15/6). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim Advokasi Novel Baswedan mengadukan Mabes Polri ke Ombudsman atas pembelaan terhadap terdakwa Rahmat Kadir dan Ronny Bugis. Padahal terdakwa adalah anggota Brimob tersebut yang disidik oleh Polri sendiri.

"Mabes Polri memberikan fasilitas bantuan hukum kepada kedua terdakwa sejak dalam proses penyidikan di Polda Metro Jaya hingga ke tahap proses persidangan," kata anggota Tim Advokasi Novel Baswedan, Andi Muhammad Rezaldy, dalam rilisnya yang diterima Publicanews, Senin (29/6) malam.

Pendampingan terhadap kedua penyerang penyidik senior KPK tersebut dinilai sebagai keputusan yang tidak sah secara hukum dan berpotensi terjadi konflik kepentingan. Dikhawatirkan pembelaan ini dapat mengarahkan adanya indikasi pengkondisian perkara.

Merujuk Pasal 13 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2003, Andi Muhammad menegaskan pembelaan Mabes Polri tak bisa dibenarkan karena kedua terdakwa melakukan tindak pidana tidak berkaitan dengan kepentingan tugas.

"Bilamana Mabes Polri tetap memaksakan memberikan pendampingan hukum maka dapat disimpulkan secara institusional, Polri terlibat atas tindakan kejahatan yang mereka lakukan,"Rezaldy menegaskan.

Aktivis KontraS itu juga menyoroti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, yang menegaskan bahwa yang berhak mengenakan aribut toga dan melakukan pendampingan hukum di pengadilan ialah seorang advokat. "Tidak bisa, anggota polri menggunakan atribut/toga advokat dan melakukan pendampingan hukum di dalam pengadilan sebab polisi dan advokat merupakan profesi yang berbeda," ujarnya.

Tim advokasi mendesak Ombudsman segera memeriksa dugaan maladministrasi yang dilakukan Mabes Polri tersebut. Tim meminta Ombudsman agar menghentikan Polri memberikan pembelaan hukum terhadap Ronny Bugis dan Rahmat Kadir.

Diketahui tim kuasa hukum dua terdakwa anggota Brimob dari Divisi Hukum Polri. Divisi itu dikepalai oleh Inspektur Jenderal Rudy Heriyanto Adi Nugroho. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah02 Juli 2020 | 05:34:09

    Emang tugasnya pembela begitu. Silakan aja.

Back to Top