KPK Lelang Barang Hasil Korupsi Simulator SIM Polri

publicanews - berita politik & hukumDirut PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) Budi Susanto, terpidana penyuap eks Kakorlantas Polri Irjen Djoko Susilo. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK melelang barang rampasan dari eks Dirut PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) Budi Susanto, terpidana kasus korupsi proyek simulator SIM di Korlantas Polri. Lelang ini merupakan upaya memaksimalkan pengembalian uang negara yang dikorupsi.

"KPK melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandung akan melaksanakan lelang eksekusi barang rampasan berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor: 1452 K/Pid.Sus/2014 tanggal 13 Oktober 2014 atas nama terdakwa Budi Susanto yang telah berkekuatan hukum tetap," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Senin (29/6).

Obyek lelang dilakukan dalam satu paket dengan harga limit Rp 28,4 miliar, dengan uang jaminan Rp 5,8 miliar.

Pertama, berupa sebidang tanah dan bangunan di atasnya di Jalan Gempol Sari, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Luas tanah 2.140 m². Kedua, sebidang tanah dan bangunan di Blok Cibiuk, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, seluas 1.435 m². Semua tanah atas nama Budi Susanto.

"Bea lelang pembeli sebesar 2 persen dari harga lelang," ujar Ali.

Dua Aset Rampasan Milik Djoko Susilo Terjual Ratusan Juta

Lelang dilaksanakan dengan metode closed bidding, yaitu penawaran tertulis tanpa kehadiran peserta lelang melalui internet (e-auction), pada 9 Juli 2020 dengan batas akhir penawaran sampai pukul 10.00 WIB.

Lelang akan digelar di KPKNL Bandung, Gedung N, Gedung Keuangan Negara, Jalan Asia Afrika Nomor 114.

PT CMAA milik Budi merupakan pemenang tender proyek simulator SIM mobil dan motor. Dalam pelaksanaannya, CMMA kemudian menunjuk subkontraktor PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI).

Pada 2014 silam, Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Budi Susanto dengan 8 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Budi juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp 17, 1 miliar.

Pada tingkat kasasi, 13 Oktober 2014, Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman Budi menjadi 14 tahun. Uang pengganti juga membengkak menjadi Rp 88,4 miliar. Kasus ini juga menjerat eks Kakorlantas Mabes Polri Irjen Djoko Susilo. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top