Mafia Kasus

Nurhadi Berpeluang Dijerat Pasal Pencucian Uang

publicanews - berita politik & hukumNurhadi Abdurrahman. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrahman berpeluang untuk dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Saat ini, KPK telah mengenakan Nurhadi sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi dalam penanganan perkara di MA pada 2011-2016.

"Tidak menutup kemungkinan dapat pula dikembangkan ke pasal TPPU jika ditemukan bukti permulaan yang cukup baik saat penyidikan maupun fakta-fakta di persidangan nanti," ujar Plt Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi Publicanews melalui pesan WhatsApp, Jumat (27/3).

Yang pasti, Ali menambahkan, saat ini KPK fokus untuk menyelesaikan berkas kasus dugaan suap dan gratifikasi.

KPK menduga Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono menerima suap dan gratifikasi total Rp 46 miliar. Uang mereka terima dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto untuk mengurus dua perkara perdata di MA.

Pertama, sengketa MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara. Kemudian perkara perdata sengketa saham MIT dengan nilai suap Rp 33,1 miliar.

Adapun gratifikasi, Nurhadi melalui sang menantu dalam periode Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima Rp 12,9 miliar. Uang untuk penanganan sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Dalam proses penyidikan perkara, ketiga tersangka gagal dua kali dalam pengajuan gugatan praperadilan terhadap KPK. Ketiganya pun kerap mangkir saat dipanggil dan telah dinyatakan buron.

Untuk mencari keberadaan mereka, tim KPK melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Jakarta, Jawa Barat hingga Jawa Timur. Rekening bank Nurhadi dan menantunya pun telah diblokir. Sementara belasan kendaran mewah juga sempat ditemukan KPK saat penggeledahan vila di Gadog, Jabar, beberapa waktu lalu.

Teranyar, Koordinator MAKI Boyamin Saiman menyampaikan kepada KPK fotokopi tiga kwitansi pembelian apartemen mewah di kawasan Senopati Jakarta Selatan. Pembelinya tak lain Tin Zuraida, istri Nurhadi yang menjadi Staf Ahli Menpan RB. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top