Mafia Kasus

KPK Panggil Dua Pengacara Nurhadi

publicanews - berita politik & hukumGedung KPK. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil pengacara Hertanto dan Hartanto dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di Mahkamah Agung.

Keduanya merupakan anggota tim kuasa hukum mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurrahman. Sedianya mereka dimintai keterangan untuk kliennya yang buron.

"Iya benar, dua pengacara, masing-masing Hartanto dan Hertanto, sebagai saksi untuk tersangka NHD," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (24/3).

KPK menduga Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp 46 miliar dalam kasus mafia perkara di MA 2011-2016. Suap tersebut mereka terima untuk mengurus dua perkara perdata di MA yang melibatkan Direktur Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

Pertama, melibatkan MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara. Kemudian perkara perdata sengketa saham MIT dengan nilai suap Rp 33,1 miliar.

Adapun gratifikasi, Nurhadi melalui sang menantu dalam periode Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima total Rp 12,9 miliar. Uang untuk penanganan sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Dalam proses penyidikan perkara, ketiga tersangka dua kali mengajukan praperadilan, dan dua-duanya ditolak hakim. Ketiganya pun kerap mangkir saat dipanggil sehingga dinyatakan buron.

Untuk mencari keberadaan mereka, tim KPK pun telah melakukan sejumlah penggeledahan di sejumlah lokasi di Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur.

Rekening Nurhadi dan menantunya pun telah diblokir. Sementara sejumlah belasan kendaran mewah juga sempat ditemukan KPK saat penggeledahan vila di Gadog, Bogor. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top