TPPU

KPK Tetap Akan Hadirkan Artis Sebagai Saksi Sidang Wawan

publicanews - berita politik & hukumPenyanyi Rebecca Reijman seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 20 Februari 2014. Jaksa akan menghadirkannya dalam sidang kasus TPPU Wawan pekan depan. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan meminta Jaksa KPK untuk tidak lagi menghadirkan artis-artis sebagai saksi di Pengadilan Tipikor. Terdakwa kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) itu keberatan karena khawatir mempengaruhi psikologis keluarganya.

Setelah sebelumnya Jaksa menghadirkan pesinetron Aima Diaz, hari ini giliran model Jennifer Dunn yang datang.

Namun Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menegaskan, Jaksa masih membutuhkan keterangan saksi untuk pembuktian dakwaan.

"Karena ini adalah bagian dari kebutuhan untuk membuktikan surat dakwaan kepada terdakwa Pak TCW ini, tetap akan menghadirkan tiga orang yang belum sempat hadir ya," kata Ali di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (12/3) malam.

Rencananya, pada Jumat (20/3) pekan depan Jaksa akan menghadirkan tiga saksi dari kalangan artis. Mereka adalah Rebbeca Rejiman, Catherine Wilson, hingga Irwansyah.

"Sekali lagi tetap bahwa kami mengingatkan pada saksi yang dipanggil di persidangan untuk kooperatif dan hadir memenuhi panggilan tersebut," ujar Ali.

Dalam sidang hari ini, Wawan menyampaikan keberatan dihadirkannya artis yang diduga pernah punya hubungan dengannya. Wawan meminta dihentikan dengan alasan juga akan mempengaruhi psikologis sang artis.

"Saya berjanji ini sangat memperhatikan keluarga, mereka juga sudah berkeluarga juga, kasihan," ujar Wawan di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, siang tadi.

Dari sejumlah nama artis yang dipanggil baru dua orang yang memberikan keterangan yakni Aima Diaz dan Jennifer Dunn alias Jedun.

Artis-artis itu muncul dalam dakwaan kasus pencucian uang pada periode 2005-2010 dan 2019. KPK menduga Wawan melakukan TPPU dengan jumlah yang fantastis, yaitu Rp 500 miliar.

Wawan didakwa dengan Pasal 3 ayat (1) huruf a, c dan g Undang-undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top