Kasus Novel, Kejati Diminta Tidak Jadi Tukang Stempel Kepolisian

publicanews - berita politik & hukumNovel Baswedan. (Foto: Publicanews/sok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim kuasa hukum Novel Baswedan meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta tidak menangani kasus secara tertutup dan memaksimalkan kewenangan prapenuntutan.

Alghiffari Aqsa mengatakan tim kuasa hukum telah menyampaikan masukan terhadap penuntasan perkara ini. Tim juga telah melayangkan surat permohonan audiensi ke Kejati DKI Jakarta pada 12 Februari 2020.

Namun, hingga saat ini Kejati tidak memberikan tanggapan hingga tiba-tiba tim mendapat kabar bahwa berkas penyidikan dianggap lengkap.

"Seolah-olah Kejati DKI Jakarta hanya jadi tukang stempel berkas kepolisian dan mengantarkannya ke pengadilan," ujar Alghiffari melalui keterangannya, Kamis (27/2).

Oleh karenanya, Tim Advokasi Novel Baswedan meminta Presiden Joko Widodo memastikan pengungkapan kasus ini sebagai garda depan pemberantasan korupsi.

Untuk Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, tim meminta agar meninjau ulang proses prapenuntutan dengan memperhatikan temuan-temuan kejanggalan dan temuan Komnas HAM.

"Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengadakan prapenuntutan dengan memeriksan ulang keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti serta fakta-fakta lain yang menjadi kunci pengungkapan perkara penyerangan terhadap NB sebagai Penyidik KPK," ujar Alghiffari.

Tim Advokasi juga mendesak Kapolri memerintahkan Propam Mabes Polri mengadakan pemeriksaan untuk menindaklanjuti temuan Komnas HAM mengenai abuse of process yang dilakukan penyidik Polri.

"Tim Advokasi meminta Kompolnas mengawal dan mengadakan pemeriksaan tersendiri menindaklanjuti temuan Komnas HAM mengenai abuse of process yang dilakukan penyidik Polri," kata Alghiffari.

Polri melalui Kabiro Penmas Brigjen Argo Yuwono menginformasikan bahwa Kejati telah menyatakan berkas perkara dengan tersangka RB dan RKM sudah lengkap atau P21.

RB dan RKM adalah dua tersangka pelaku penyiram air keras terhadap Novel Baswedan. Keduanya merupakan anggota polisi. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top