Suap Komisioner KPU

Hasto Tegaskan PDIP Jalankan Fatwa MA dalam Kasus Harun Masiku

publicanews - berita politik & hukumSekjen PDIP Hasto Kristiyanto seusai menjalani pemeriksaan kasus dugaan suap Komisioner KPU di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/2) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku disodori 14 pertanyaan untuk mendalami berkas tersangka Wahyu Setiawan. Seusai pemeriksaan, ia mengatakan penyidik KPK mendalami dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan eks Komisioner KPU tersebut.

"Sudah saya berikan (keterangan) dengan sebaik-baiknya. Efektif itu 2,5 jam, karena diselingi dengan istirahat siang," ujar Hasto di depan lobi Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/2).

Penyidik, ia menambahkan, kemudian memintanya me-review Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Namun Hasto enggan membocorkan materi pemeriksaannya. Menurutnya, apa yang ia sampaikan masih sama seperti pemeriksaan sebelumnya.

Hasto bersikukuh PDIP berpijak pada keputusan dan fatwa MA untuk mengusulkan caleg Harun Masiku menggantikan anggota terpilih DPR Nazarudin Kiemas yang meninggal.

"Kami menjalankan putusan MA itu sebagai bagian dari keputusan partai. Sebagai Sekjen, saya jalankan keputusan itu dengan sebaik-baiknya dan tentu saja di dalam menjalankan keputusan itu melekat suatu tanggung jawab yang harus saya jalankan sebagai Sekjen," Hasto menjelaskan.

Terlebih dalam judicial review atas gugatannya pun dikabulkan. "Hanya karena ada beda tafsir kemudian kami minta fatwa dan itu semakin mempertegas," katanya.

Kasus suap terhadap Wahyu ini terungkap melalui OTT pada 8 Januari 2020. Penyidik KPK menduga Wahyu menerima suap dari caleg PDIP Harun Masiku agar meloloskannya sebagai anggota DPR melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW). Namun ternyata KPU dalam rapat pleno memutuskan pengganti Nazaruddin adalah Riezky Aprilia, peraih suara terbanyak kedua di Dapil Sumsel 1.

Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu disebutkan, bila anggota DPR meninggal dunia maka ia digantikan oleh caleg dari partai politik yang sama yang memperoleh suara terbanyak di bawahnya.

Caleg PDIP dengan suara terbanyak di bawah Nazarudin tak lain adalah Riezky, adapun Harun Masiku nomor buncit. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top