Duit Patgulipat Proyek Fiktif Diduga Mengalir ke Pejabat Waskita Karya

publicanews - berita politik & hukumKepala Divisi Infra III Divisi II Waskita Karya Aris Mujiono usai diperiksa KPK, Selasa (25/2) sore. Ia menolak memberi keterangan apapun. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK menduga ada banyak pejabat PT Waskita Karya (WK) yang kecipratan uang panas dari pengerjaan fiktif sejumlah proyek infrastruktur.

Dugaan aliran uang itu didalami penyidik kepada tiga saksi pegawai BUMN tersebut yang diperiksa hari ini. Ketiga saksi adalah Direktur Utama PT Waskita Transjawa Toll Road (WTTR) Sapto Santoso, mantan Pegawai Divisi II WK Samsul Purba, danĀ Kepala Divisi Infra III Divisi II WK Aris Mujiono.

"Penyidik mendalami keterangan para saksi mengenai dugaan aliran dana dari para subkontraktor fiktif kepada PT Waskita," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/2) malam.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan Fathor Rachman dan GM Finance and Risk WK Yuly Ariandi Siregar sebagai tersangka. Keduanya diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek.

Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatra Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Modus korupsinya adalah seolah-olah ada kontrak baru, padahal proyek tersebut adalah proyek lama. Penyidik mencium indikasiĀ double budgeting atau penganggaran ganda.

Oleh pihak subkontraktor, uang patgulipat itu kemudian dikembalikan ke WK untuk dibagi-bagi lagi. Atas tindakan culas ini, negara ditaksir mengalami kerugian sekurang-kurangnya Rp 186 miliar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top