Mafia Kasus

KPK Korek Keterangan Istri dan Anak Nurhadi

publicanews - berita politik & hukumTin Zuraida, istri mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurachman, ketika diperiksa penyidik KPK pada 1 Juni 2016. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaaan istri eks Sekretaris MA Nurhadi, Tin Zuraida, dan anaknya Rizqi Aulia Rahmi hari ini. Keduanya bakal dimintai keterangan sebagai sakdi kasus perkara dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di Mahkamah Agung.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HS (Hiendra Soenjoto, Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (24/2).

Tin dipanggil dalam kapasitasnya sebagai Staf Ahli Menteri PAN dan RB. Sedangkan Rizqi adalah swasta.

Saksi lain yang juga dipanggil untuk berkas Hiendra adalah Lusi Indriati, istrinya.

Secara pararel KPK juga memanggil dua saksi lain akan untuk tersangka Nurhadi, yaitu karyawan swasta Andi Darma dan Ferdy Ardian.

KPK menduga Nurhadi dan menantunya Rezky menerima suap dan gratifikasi total Rp 46 miliar dalam kasus mafia perkara di MA tahun 2011-2016. Suap mereka terima untuk mengurus dua perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara. Kemudian perkara perdata sengketa saham MIT dengan nilai suap Rp 33,1 miliar.

Adapun gratifikasi, Nurhadi melalui menantunya selama Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima uang total Rp 12,9 miliar. Uang untuk penanganan sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Dalam perjalanan kasus ini ketiga tersangka pun melakukan dua kali gugatan praperadilan. Gugatan pertama mengenai penetapan tersangka, namun hakim PN Jaksel menolak gugatan mereka.

Lalu gugatan jilid 2 menyoal keabsahan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP). Sidang perdana digelar hari ini. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top