Tidak Tahu Soal Bakamla, Ahmad Sahroni Hanya Diperiksa Singkat

publicanews - berita politik & hukumAhmad Sahroni seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/2), dalam kasus dugaan suap penganggaran Bakamla. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengaku hanya disodori tiga pertanyaan oleh penyidik KPK dalam pemeriksaannya sebagai saksi kasus dugaan suap proyek di Bakamla. Politikus Partai Demokrat ini diperiksa dalam kapasitas sebagai pengusaha.

“Alhamdulillah ini bentuk taat azas, kalau ada panggilan siapa pun wajib datang,” kata Sahroni seusai pemeriksaan, di depan lobi Gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/2).

Meskipun mengaku hanya menjawab tiga pertanyaan, ia cukup lama di ruang penyidik KPK. Menurut Sahroni itu karena penyidik bingung hendak tanya soal apa lagi.

"Kenapa sampai satu jam setengah, ngobrolnya yang lain lebih banyak daripada urusan Bakamla. Karena bingung penyidiknya mau nanya urusan Bakamla saya enggak tahu sama sekali," ujar Sahroni.

Sahroni diperiksa untuk melengkapi berkas korporasi tersangka PT Merial Esa. Perusahaan ini milik Fahmi Darmawansyah yang telah dipidana.

KPK menjerat Merial dengan pelanggaran atas Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 ‎Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top