Suap Dana Hibah KONI

Imam Nahrawi Janji Bongkar Pihak yang Turut Terima Uang Panas

publicanews - berita politik & hukumEks Menpora Imam Nahrawi saat masih menjalani pemeriksaan di KPK. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menilai dakwaan Jaksa KPK keliru. Dalam dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta itu Jaksa menyatakan Imam menerima suap Rp 11,5 miliar dan gratifikasi Rp 8,6 miliar.

"Banyak narasi fiktif (dalam dakwaan) di sini. Nanti kami akan lihat (dalam pemeriksaan saksi)," kata Imam seusai sidang, Jumat (14/2).

Ia akan membuat bantahan pada sidang pembacaan pledoi berikutnya. Imam juga mengatakan bakal mengungkapkan pihak -pihak yang turut menerima uang panas.

"Siap-siap saja yang merasa nerima dana KONI ini. Siap-siap," ujar Imam.

Saat dikonfirmasi siapa saja pihak yang ia maksud, Imam masih menutup rapat. "Silakan diikuti terus. Terimakasih support-nya ya semua teman-teman. Terimakasih dukungannya," ia menambahkan.

Imam didakwa menerima suap Rp 11,5 miliar untuk memuluskan dua proposal kegiatan Kemenpora kepada KONI. Pertama, proposal bantuan dana hibah Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi pada Asian Games 2018 dan Asian Para Gemes 2018.

Kemudian, Proposal dukungan KONI Pusat dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi 2018. Uang tersebut diterima Imam bersama asisten pribadinya Miftahul Ulum.

Jaksa mendakwa Imam melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Imam juga didakwa dengan Pasal 12B ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-undang yang sama jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top