Suap Alih Fungsi Hutan

Zulhas Penuhi Panggilan KPK dengan Senyum

publicanews - berita politik & hukumKetum terpilih PAN Zulkifli Hasan tiba di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/2) pagi, untuk dimintai keterangan kasus dugaan suap alih fungsi hutan di Riau. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sesuai janji Zulkifli Hasan memenuhi panggilan KPK di Hari Valentine. Politikus yang baru terpilih kembali sebagai Ketua Umum PAN itu tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pukul 10.06 WIB.

Zulhas, sapaan Wakil Ketua MPR tersebut, dikawal dua anggota kepolisian dan dua orang stafnya. Ia tidak memberikan keterangan apapun dan hanya tersenyum sambil melambaikan tangan pada awak media.

KPK memanggilnya sebagai saksi untuk tersangka korporasi PT Palma Group dalam kasus dugaan suap revisi alih fungsi hutan di Riau tahun 2014. Zulhas dimintai keterangan sebagai mantan Menteri Kehutanan (2009-2014).

Hari ini merupakan panggilan ulang setelah pada 16 Januari dan 6 Februari 2020 ia tak datang.

Zulhas Minta Diperiksa pada Hari Valentine

"(Saksi untuk) tersangka korporasi PT Palma dkk, terkait pengajuan perubahan fungsi/peruntukan kawasan hutan Riau," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (14/2).

Selain korporasi, KPK juga menetapkan pemilik PT Darmex Group/PT Duta Palma Surya Darmadi dan Legal Manager PT Duta Palma Group Suheri Terta sebagai tertsangka. Penetapan tersangka ketiganya merupakan pengembangan kasus yang menjerat Gubernur Riau (saat itu) Annas Maamun dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Gulat Medali Emas Manurung.

Surya Darmadi dan Suheri diduga menyuap Annas Maamun Rp 3 miliar melalui Gulat Manurung. Suap itu diberikan terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan. Zulhas adalah Menhut ketika itu. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top