Suap Komisioner KPU

Ketua Sekretariat DPP PDIP Dicecar Soal Rapat PAW

publicanews - berita politik & hukumKepala Sekretariat DPP PDIP Adhi Dharmo usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/2) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kepala Sekretariat DPP PDIP Yoseph Aryo Adhi Dharmo mengaku dicecar penyidik KPK soal mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR Fraksi PDIP. Hal tersebut diungkapkan Adhi Dharmo usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi tersangka eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Biasa soal mekanisme. Soal rapat pleno, itu aja, mekanisme rapat-rapat," ujar Adhi Dharmo di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/2) siang.

Ia mengaku tidak ditanya soal aliran uang suap dalam proses PAW Harun Masiku. "Oh enggak ada, enggak ada," katanya.

Adhi merupakan orang kelima dari Kantor DPP PDIP yang diperiksa KPK. Empat lainnya adalah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kemudian tiga staf DPP, yakni Kusnadi, Gery, dan Riri.

KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus suap PAW anggora DPR dari Fraksi PDIP ini. Mereka yakni Wahyu Setiawan, caleg PDIP Harun Masiku, mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan swasta Saeful Bahri.

Wahyu diduga menerima suap dari Harun agar memuluskan proses PAW sebagai anggota Dewan. Uang tersebut diberikan lewat Saeful kepada Agustiani, selaku orang kepercayaan Wahyu.

Namun pleno KPU memutuskan pengganti Nazarudin Kiemas, caleg yang meninggal, adalah Riezky Aprilia. Wahyu diduga sudah menerima Rp 600 juta dari permintaan Rp 900 juta. KPK menyita barang bukti uang Rp 400 juta. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top