Mafia Kasus

Istri Sudah, Kali Ini Gantian Anak Nurhadi Dipanggil KPK

publicanews - berita politik & hukumEks Sekretaris MA Nurhadi Abdurahman. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Rizqi Aulia Rahmi, anak mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurahman, diperiksa KPK hari ini. Sedianya Rizqi dimintai keterangan kasus dugaan suap dan gratifikasi dalam pengurusan perkara di MA pada 2011-2016.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Rizqi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto (HS). Bersama dengannya, penyidik juga memanggil swasta Tania Clarissa Irawan dan karyawan swasta Albert Christian Kairupan.

"Yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HS," ujar Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (13/2).

Pada Selasa (11/2) lalu, KPK juga telah memanggil istri Nurhadi, Tin Zuraida. Namun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan KPK.

Dengan dipanggilnya Rizqi dan Tin Zuraida, maka ada empat anggota keluarga Nurhadi yang dimintai keterangan KPK. Dua lainnya berstatus tersangka, yakni Nurhadi sendiri dan menantunya Rezky Herbiyanto.

KPK menduga Nurhadi dan sang menantu menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp 46 miliar dalam kasus mafia perkara di MA ini. Uang tersebut berasal dari dua perkara perdata.

Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara. Kemudian, kasus sengketa saham di PT MIT dengan nilai suap Rp 33,1 miliar.

Adapun soal gratifikasi, Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima uang total Rp 12,9 miliar. Uang tersebut sebagai upah penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK serta permohonan perwalian.

Nurhadi dan Rezky lantas disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Hiendra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 UU Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top