Suap Komisioner KPU

Hari Ini Giliran Kepala Sekretariat DPP PDIP Diperiksa KPK

publicanews - berita politik & hukumGedung KPK. (Foto: Publicanews)
PUBLICANEWS, Jakarta - Setelah pengacara Donny Tri Istiqomah, hari ini giliran KPK memeriksa Kepala Sekretariat DPP PDIP Yoseph Aryo Adhi Dharmo. Ia juga dimintai keterangan untuk berkas tersangka Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Sudah datang jam 09.30-an," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (13/2).

Pada 24 Januari lalu, penyidik juga telah memeriksa tiga staf DPP PDIP, yakni Kusnadi, Gery, dan Riri. Dalam keterangan Donny seusai diperiksa kemarin, ia mengaku dititipi uang Rp 400 juta untuk diberikan pada Wahyu Setiawan. Donny membantah uang tersebut dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Menurutnya, uang berasal dari caleg PDIP Harun Masiku yang dititipkan melalui Kusnadi.

"Pernah Mas Kusnadi nitip uang untuk Pak Saeful ke saya. Dan kan sudah terkonfirmasi juga bahwa uang yang dari Mas Kusnadi yang dititipkan ke saya untuk Pak Saeful itu dari Pak Harun," katanya.

Dalam konstruksi perkara yang diungkapkan KPK beberapa waktu lalu, pada pertengahan Desember 2019, seorang sumber yang masih didalami penyidik KPK memberikan uang Rp 400 juta yang ditujukan kepada Wahyu melalui mantan anggota Bawaslu sekaligus mantan caleg PDIP Agustiani Tio Fridelina, Donny, dan Saeful. Dari jumlah itu, Wahyu menerima Rp 200 juta dari Agustiani di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

Pada akhir Desember 2019, Harun memberikan Rp 850 juta kepada Saeful melalui salah seorang staf di DPP PDIP. Saeful kemudian menyerahkan Rp 150 juta kepada Donny, sisanya sebanyak Rp 700 juta dibagi menjadi Rp 450 juta untuk Agustiani dan Rp 250 juta untuk operasional.

Kasus suap yang terungkap melalui OTT ini bermula ketika Harun direncanakan DPP PDIP untuk menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal pada Maret 2019.

Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu disebutkan, bila anggota DPR meninggal dunia maka digantikan oleh caleg dari parpol yang sama yang memperoleh suara terbanyak di bawahnya. Caleg PDIP dengan suara terbanyak di bawah Nazarudin di Dapil Sumsel 1 adalah Riezky Aprilia.

Namun DPP PDIP menyodorkan nama Harun Masiku. KPU sendiri dalam pleno pada 7 Januari 2020 menetapkan Riezky sebagai pengganti Nazarudin. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top