Suap Komisioner KPU

Wahyu Setiawan Akui Pernah Komunikasi dengan Advokat PDIP

publicanews - berita politik & hukumWahyu Setiawan. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengakui pernah melakukan komunikasi dengan advokat PDIP Donny Tri Istiqomah. Namun komunikasi apa yang dimaksud, ia tak mengungkap lebih jauh.

"Pernah, pernah (lakukan komunikasi)," ujar Wahyu seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/2).

Donny hari ini juga dipanggil KPK sebagai saksi kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR dari PDIP. Ia menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB dan belum selesai hingga kini.

"Iya saya dikonfrontir dengan saudara Donny. Ya, tema-tema komunikasi lah. Biasa masih ajek seperti yang kemarin-kemarin," Wahyu menjelaskan.

Seperi diketahui, KPU memutuskan pengganti caleg terpilih Nazaruddin Kiemas yang meninggal adalah Riezky Aprilia. Koleganya, Harun Masiku, yabf memperoleh suara kecil di Dapil Sumatera Selatan I menyuap Wahyu agar terpilih.

Pengurus DPP PDIP mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA) dan lebih memilih Harun Masiku untuk menggantikan Nazaruddin.

Di sinilah terjadi 'main mata' yang bermuara pada praktik suap-menyuap. KPK menyebut Wahyu telah menerima uang Rp 600 juta dari total Rp 900 juta yang diminta. Uang tersebut berasal dari Harun dan sumber dana lainnya yang belum diketahui identitasnya.

Selain Harun dan Wahyu, tersangka lainnya dalam kasus ini adalah mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang juga orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina, dan swasta Saeful Bahri. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top