Suap Komisioner KPU

KPK Panggil Lagi Advokat PDIP Donny Istiqomah

publicanews - berita politik & hukumGedung KPK. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Advokat Donny Tri Istiqomah kembali dipanggil KPK sebagai saksi kasus dugaan suap proses Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR. Kasus ini menjerat mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan caleg PDIP Harun Masiku.

Pada 21 Januari 2020 lalu Donny pernah dipanggil KPK.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka WS (Wahyu Setiawan)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (12/2).

Saat KPK menggelar OTT pada 8 Januari lalu, Donny salah satu dari delapan orang yang diamankan. Namun, ia dilepas dan berstatus sebagai saksi.

Dalam konstruksi perkara yang dipaparkan KPK, Donny merupakan pihak yang disuruh oleh pengurus DPP PDIP untuk mengajukan uji materi Pasal 54 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara. Gugatan dilayangkan menyusul meninggalnya caleg terpilih Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Nama Donny tercantum sebagai kuasa hukum PDIP dalam gugatan tersebut.

Pada pertengahan Desember 2019, seorang sumber yang masih didalami penyidik KPK memberikan uang Rp 400 juta kepada Wahyu melalui tiga orang. Mereka adalah mantan anggota Bawaslu sekaligus mantan caleg PDIP Agustiani Tio Fridelina, Donny, dan Saeful. Dari jumlah itu, Wahyu menerima Rp 200 juta dari Agustiani di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

Pada akhir Desember 2019, Harun memberikan uang Rp 850 juta kepada Saeful melalui salah seorang staf di DPP PDIP. Saeful kemudian menyerahkan Rp 150 juta kepada Donny. Sisanya sebanyak Rp 700 juta dibagi menjadi Rp 450 juta untuk Agustiani dan Rp 250 juta untuk operasional.

Selain Donny, saksi lain yang diperiksa adalah Nurhasan. Ia disebut-sebut sebagai petugas keamanan di kantor Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Kemarin KPK memeriksa mantan Kepala Sekratariat DPP PDIP Irwansyah serta tersangka Saeful Bahri dan Agustiani Tio Fridelina. Saeful diperiksa sebagai saksi untuk Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio, sementara Agustiani Tdiperiksa sebagai saksi untuk Saeful dan Harun Masiku.

Menurut Ali Fikri, penyidik mencecar kedua tersangka mengenai proses terjadinya transaksi suap kepada Wahyu agar KPU menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR. Selain itu, tim penyidik juga mendalami lobi-lobi atau komunikasi yang dilakukan para pihak terkait kasus ini.

"Pada intinya masih didalami terkait dengan pemberian uang dan konfirmasi beberapa percakapan komunikasi," kata Ali. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top