Suap Proyek Jalan

Kepala Nonaktif BPJN XII Refly Ruddy Tangkere Segera Diadili

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK telah merampungkan berkas kasus Kepala nonaktif Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN)  Wilayah XII Refly Ruddy Tangkere. Ia akan diadili dalam kasus dugaan suap proyek jalan di Kalimantan Timur tahun anggaran 2018-2019.

Tim penyidik juga telah merampungkan penyidikan kasus tersangka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional XII Balikpapan Andi Tejo Sukmono.

Untuk menyelesaikan berkas kedua tersangka, KPK memeriksa 38 saksi.

"Penyidik hari ini melakukan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti kepada JPU," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri melalui keterangannya, Selasa (11/2).

Tim Jaksa Penuntut KPK memiliki waktu maksimal 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan terhadap Refly Ruddy dan Andi Tejo. Sidang rencananya digelar di Pengadilan Tipikor Samarinda, Kalimantan Timur.

Kasus ini terungkap saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 15 Oktober 2019 lalu. Dari delapan orang yang diamankan, KPK menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah Refly Tuddy Tangkere dan PPK Satuan Kerja Andi Tejo Sukmono sebagai penerima suap. Kemudian Direktur PT Harlis Tata Tahta Hartoyo sebagai penyuap.

Kasus ini bermula ketika Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XII Kaltim mengadakan pekerjaan preservasi, rekonstruksi Sp.3 Lempake-Sp.3 Sambera-Santan-Bontang-Dalam Kota Bontang-Sangatta dengan nilai kontrak Rp 155,5 miliar.

PT HTT milik Hartoyo merupakan pemenang lelang. Ada commitment fee kepada Refly dan Andi sebesar 6,5 persen setelah dikurangi pajak.

KPK menjerat Refly dan Andi Tejo dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1).

Sementara Hartoyo dijerat engan pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU yang sama juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top