Soal Harun Masuki, ICW Desak KPK Beri Tenggat Penangkapan

publicanews - berita politik & hukumKurnia Ramdhana di Gedung KPK pada 23 Januari 2020 lalu. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menyebut pencarian tersangka Harun Masih sudah terlalu berlarut-larut. KPK seharusnya segera memberikan tenggat untuk meringkus eks caleg PDIP itu.

"Tidak salah jika publik memandang pimpinan KPK tidak serius menuntaskan perkara ini," kata Kurnia di Jakarta, Selasa (11/2). 

Kurnia mengatakan ketidakseriusan pimpinan KPK dalam menangani kasus ini, misalnya saja, merujuk pada kegagalan KPK dalam menyegel kantor PDIP,

Selain itu, kegagalan pimpinan KPK menjelaskan apa yang terjadi saat Harun berhasil lolos dari kejaran penyidik saat operasi tangkap tangan di PTIK.

"Dan perihal kantor DPP PDIP yang sampai saat ini tak kunjung digeledah oleh KPK," ujar Kurnia.

Terlebih yang membuat miris, pimpinan KPK saat ini justru terlalu sering safari ke beberapa lembaga negara. "Bahkan Ketua KPK malah menunjukkan gimmick aneh dengan memasak nasi goreng disaat-saat genting seperti ini," Kurnia menandaskan.

Sementara itu Jubir KPK Bidang Penindakan, Ali Fikri terkesan seperti membela pimpinan. Ia memastikan tak ada kendala dalam proses pencarian Harun. Saat ini tim KPK disebut Ali masih terus mencari posisi Harun bersembunyi.

"Tidak ada kendala. Itu memang terakhir kan penyidik menyebarkan informasi DPO ke seluruh Indonesia. Hari ini yamg kami ketahui dari pimpinan juga memerintahkan untuk terus mencari keberadaan yang bersangkutan dan menangkapnya.Tadi sudah disampaikan kepada tim. Sementara belum ada update. Karena kan belum tahu dia ada dimana kalau ada ya langsung tangkap," kata Ali di Gedung KPK Jakarta, Senin (11/2) malam.

Ali hanya meminta masyarakat bersabar atas proses pencarian Harun Masiku. KPK berjanji akan memberikan informasi bila Harun telah diamankan.

"Sabar saja nanti ketika waktunya kami sampaikan. Ditunggu saja teman-teman kalau ada update-nya pasti disampaikan," ujar Ali. (Han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top