Mafia Kasus

Proses Hukum Nurhadi Tetap Jalan Meski Kembali Ajukan Praperadilan

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurahman cs kembali menggugat KPK lewat praperadilan. Seperti sebelumnya, Nurhadi melayangkan gugatan ke PN Jakarta Selatan bersama dua orang lainnya, yaitu menantunya Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto. Ketiganya adalah tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di Mahkamah Agung.

Bedanya kali ini Nurhadi menyoal keabsahan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP). Pada praperadilan yang ditolak PN Jakarta, 21 Januari lalu, Nurhadi dkk menggugat penetapan mereka sebagai tersangka.

Menanggapi gugatan kedua ini, Jubir KPK Ali Fikri mengatakan tidak mempersoalkannya. "Praperadilan merupakan hak dari seorang tersangka sekalipun sesungguhnya sudah dilakukan kemarin dan kemudian permohonan itu sudah ditolak hakim," ujar Ali di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (6/2) malam.

Ali menegaskan, gugatan praperadilan ketiga tersangka tidak akan menghentikan proses penanganan perkara yang tengah berjalan. Penyidik berpedoman pada mekanisme hukum bahwa KPK mempunya bukti-bukti yang sah dan telah melakukan pemanggilan secara patut.

Nurhadi dan menantunya teloah dua kali dipanggil sebagai tersangka, namun mangkir. Lalu sekarang mengajukan praperadilan lagi. Ali menegaskan, KPK akan melakukan upaya-upaya hukum lainnya.

"Tentu tidak bisa kami sampaikan karena itu bagian dari strategi penanganan perkara. Tetapi kami yakin bahwa penyidik sedang bekerja untuk menyelesaikan perkara ini, termasuk menghadirkan para tersangka ke gedung KPK ini," Ali menegaskan.

Menurut Maqdir Ismail, pengacara Nurhadi, gugatan praperadilan telah didaftarkan pada Rabu (5/2). Gugatan kedua ini, ia menambahkan, berbeda materi dibanding sebelumnya, yakni lebih spesifik menguji SPDP.

"Kami sampaikan surat supaya ditunda dulu sementara (penyidikan Nurhadi) sampai selesai sidang praperadilan. Menurut hemat kami masalah SPDP itu sangat penting, karena dengan itulah orang bisa membela diri," ujar Maqdir. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top