Proyek Fiktif

Wakil Kepala Divisi II Waskita Karya Dipanggil KPK

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Kepala Divisi II PT Waskita Karya (WK) Fakih Usman dipanggil penyidik KPK dalam kasus pekerjaan fiktif 14 proyek perusahaan pelat merah itu. Kasus ini menjerat bekas bosnya Kepala Divisi II Fathor Rachman.

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka FR," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (29/1).

Fakih bersama empat orang lainnya pernah dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK. Pencekalan terakhir berlaku sejak 3 Mei 2019. Empat orang tersebut adalah tersangka Fathor Rachman dan mantan Kabag Keuangan dan Risiko Divisi II WK Yuly Ariandi Siregar.

Kemudian saksi Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Jarot Subana dan mantan pejabat pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Pitoyo Subandrio.

KPK menduga Fathor dan Yuly diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek. Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatra Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Modus korupsinya adalah seolah-olah ada kontrak baru dengan menunjuk empat perusahaan subkontraktor, padahal proyek tersebut adalah proyek lama. Penyidik mencium indikasi double budgeting atau penganggaran ganda.

Oleh pihak subkontraktor, uang pembayaran kemudian dikembalikan ke WK untuk dibagi-bagi lagi. Atas tindakan culas ini, negara ditaksir mengalami kerugian sekurang-kurangnya Rp 186 miliar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top