Korupsi Pengadaan Crane

RJ Lino Diperiksa KPK Lagi Setelah Vakum 4 Tahun

publicanews - berita politik & hukumMantan Dirut PT Pelindo II RJ Lino tiba di Gedung KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan kasus dugaan korupsi pengadaan crane, Kamis (23/1) pagi. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Lama tak tersentuh, tim penyidik KPK akhirnya kembali mengagendakan pemeriksaan mantan Dirut Pelindo II Richard Joost Lino.

Lino telah tiba di Gedung KPK, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.00 WIB. Ia mengenakan kemeja batik dibalut jas hitam.

"Ini proses yang harus dihadapi, ya saya akan hadapi itu. I know what I'm going (Saya tahu apa yang saya lakukan)," kata Lino sebelum memasukki lobi Gedung Merah Putih KPK, Kamis (23/1).

Selain Lino, KPK turut memanggil saksi Direktur Utama PT Jayatech Putra Perkasa Kokok Parwoko. Ia akan diperiksa untuk Lino, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II.

"RJL diperiksa sebagai tersangka," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi.

KPK Belum Terima Laporan BPK Soal RJ Lino

KPK menduga Lino telah memerintahkan pengadaan crane dengan menunjuk langsung PT Wuxi Hua Dong Heavy Machinery (HDM) Co.Ltd. dari China sebagai penyedia barang. Menurut KPK, ketiga unit derek kontainer tersebut tidak sesuai dengan kondisi infrastruktur pelabuhan di Indonesia. Pembelian terkesan dipaksakan. KPK menilai hal itu sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang oleh Lino demi menguntungkan diri sendiri atau orang lain.

Kasus Lino diketahui telah ditangani KPK sejak akhir 2015 lalu, namun hingga kini proses penyidikannya belum juga rampung lantaran masih menunggu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menghitung kerugian negara. Perhitungan kerugian keuangan negara kasus ini terhambat karena otoritas Tiongkok tidak memberikan akses kepada KPK untuk mengakses data QCC yang diproduksi HDHM.

RJ Lino sendiri hingga kini belum ditahan KPK. Ia terakhir kali diperiksa penyidik pada 5 Februari 2016 lalu. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top