Suap Komisioner KPU

KPK Berstrategi untuk Geledah DPP PDIP

publicanews - berita politik & hukumPlt Jubir KPK Ali Fikri saat mendampingi Wakil Ketua KPK Lili Pantauli Siregar. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK telah menggeledah ruang kerja komisioner KPU Wahyu Setiawan dan rumah dinasnya. Tim mengamankan dokumen penting terkait kasus dugaan suap proses Pergantian Antarwaktu (PAW) caleg PDIP di DPR.

"(Dokumen) akan dikonfirmasi lebih lanjut kepada saksi yang akan dihadirkan penyidik," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (13/1).

Soal penggeledahan kantor DPP PDIP, Ali belum bisa memastikan waktunya. Saat disinggung kekhawatiran barang bukti akan hilang lantaran rentang waktu yang cukup lama setelah penetapan tersangka, Ali menjawab bahwa penyidik KPK memiliki strategi tersendiri.

"Kami punya target apa yang harus didapatkan di proses penyidikan. Selain kemarin di gedung DPP PDIP yang enggak jadi, kita tunggu perkembangan apa lagi yang akan digeledah," ujar Ali.

Tim penindakan KPK sempat mendatangi DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (7/1) pekan lalu. Namun batal karena mendapat penolakan dari petugas keamanan.

Kantor DPP PDIP disambangi KPK sedianya untuk mencari bukti-bukti keterlibatan pengurus teras partai pemenang pemilu 2019 itu dalam suap terhadap Wahyu. Harun Masiku adalah caleg Dapil Sumsel yang disodorkan Sekjen Hasto Kristiyanto untuk menggantikan caleg terpilih Nazarudin Kiemas yang meninggal.

KPU sebenarnya memutuskan Riezky Aprilia sebagai pengganti Nazarudin. Lalu terjadilah suap untuk menyodorkan Harun yang kini buron itu.

Namun adalah Ali masih merahasiakan apakah lokasi berikutnya yang bakal digeledah adalah markas banteng moncong putih.

"Tentu kami belum bisa menyampaikan tempat mana yang akan dilakukan upaya paksa penggeledahan," ujar Ali. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top