Sespri Eks Menpora, Miftahul Ulum Segera Jalani Persidangan

publicanews - berita politik & hukumMiftahul Ulum menemani 'Pak Boss' Menpora Imam Nahrawi di kawasan Puncak, Bogor. (Foto: Instagram/@ulum_donjuan)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sekretaris Pribadi eks Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum segera masuk meja hijau. Berkas perkara kasus dugaan suap penyaluran bantuan pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI dan gratifikasi itu telah diselesaikan penyidik KPK.

"Tahap II, Miftahul Ulum," ujar Plt Jubir KPK bidang Penindakan Ali Fikri melalui pesan singkat, Rabu (8/1).

Ulum sendiri membenarkan bahwa berkas penyidikan kasusnya telah rampung. "Berkas sudah lengkap, dari tersangka jadi terdakwa nanti tinggal menunggu JPU," ujar Ulum usai diperiksa.

Saat dikonfirmasi terkait uang Rp 1 miliar yang diduga diberikan mantan pebulutangkis Nasional Taufik Hidayat untuk Imam Nahrawi, Ulum mengatakan dalam persidangan akan dibuktikan. "Itu nanti bisa dibuktikan, oleh pengacara saya," ujar Ulum.

Taufik adalah eks Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dan pernah menjadi Staf Khusus Kemenpora pada 2017-2018.

Dalam kasus ini, Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum diduga menerima suap Rp 14,7 miliar dalam rentang 2014-2018. Kemudian pada periode 2016-2018, KPK juga menduga Imam meminta uang Rp 11,8 miliar kepada KONI. Sehingga selama menjabat Menpora, politikus PKB itu menerima total Rp 26,5 miliar.

Uang tersebut merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora. Kemudian Imam menerima uang saat menjadi Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima.

Kasus dana hibah KONI ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada 18 Desember 2018 terhadap Deputi IV Kemenpora Mulyana, Sekjen KONI Endi Fuad Hamidy, dan Bendahara Umum KONI Jhony E Awuy. Kemudian ada pula Pejabat Pembuat Komitmen Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Eko Triyanto.

Kelimanya sudah menjalani vonis masing-masing berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor Jakarta. Adapun Ulum dan Imam menyusul menjadi tersangka berdasarkan fakta-fakta persidangan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top